Diduga Cinta Segitiga, Tukang Ketoprak Dibacok di Cengkareng hingga Luka Parah
HAIJAKARTA.ID – Seorang pria yang diketahui sebagai tukang ketoprak menjadi korban pembacokan di Jalan Fajar Baru Selatan, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, pada Rabu (1/4/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) rumah warga sekitar pukul 01.59 WIB dan diduga dipicu persoalan asmara.
Dalam video yang diunggah dalam akun Instagram @cengkarengnews, pelaku yang berboncengan sepeda motor awalnya terlihat melaju ke arah Jalan Outer Ring Road Cengkareng. Namun, kendaraan tersebut tiba-tiba berputar balik dan terlibat cekcok dengan seorang pria yang sedang duduk di pinggir jalan.
Keributan pun terjadi dengan cepat, diwarnai aksi saling dorong. Tak lama kemudian, pelaku mengeluarkan senjata tajam dan melakukan pembacokan sebelum akhirnya melarikan diri ke arah Jalan Puspa Raya.
Korban Tukang Ketoprak
Salah satu warga sekitar, Oslan Zakaria (63) membenarkan adanya peristiwa tersebut. Meski tidak melihat langsung karena sedang tertidur, ia mengetahui kejadian itu dari perbincangan warga pada pagi harinya.
“kalau aslinya mah saya kagak tahu. Kejadiannya pas saya tidur, jam dua malam. Pas pagi saya dengar berita, katanya ada pembacokan di sini, warga pada ramai,” kata Oslan dikutip dari kompas.com pada Rabu, (1/4/2026).
Menurut Oslan, korban merupakan seorang pedagang ketoprak yang cukup dikenal warga sekitar, meski bukan penduduk asli setempat, sebagai informasi korban biasa dipanggil Jack.
“Yang dibacok itu tukang ketoprak. Dia bukan tinggal di sini, tapi mangkalnya di warkop depan situ. Panggilannya Jack, banyak yang kenal. Ada yang bilang Aril. Dia udah puluhan tahun di sini mah, dagang ketoprak, makanannya enak itu,” jelasnya.
Saat kejadian, kondisi jalan disebut sepi. Korban diketahui sedang tidak berdagang, melainkan hanya duduk santai.
Diduga Masalah Cinta Segitiga
Terkait motif, beredar kabar di kalangan warga bahwa insiden ini diduga dipicu masalah asmara, dan diduga ada yang tidak menyukainya.
“Saya dengar cerita dari mulut ke mulut, dari informasi ke informasi, diduga cinta segitiga. Kayaknya dia ada masalah, ada yang enggak suka,” kata Oslan.
Oslan menambahkan, korban dan pelaku diduga sempat terlibat adu mulut sebelum akhirnya pelaku mengeluarkan senjata tajam yang diduga parang.
“Awalnya cekcok dulu kayaknya. Terus tiba-tiba dikeluarin senjata parang. Pas di lengannya sih, dia nangkis. Urat nadinya kena kalau enggak salah. Dalem lukanya,” ungkapnya.
Akibat luka tersebut korban mengalami pendarahan hebat, korban juga semoat ditolak oleh klinik terdekat sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Cengkareng.
“Klinik enggak mau nerima karena darahnya udah ngucur deras. Kebetulan ada anak-anak ABG lewat, orang sini juga yang mereka ternyata kenal sama si Jack, langsung dibawa aja ke rumah sakit gede, Rumah Sakit Tarakan (RSUD),” katanya.
Saat dibawa ke rumah sakit, korban diketahui tidak membawa identitas maupun kartu BPJS Kesehatan. Hal ini membuat pengurus RW setempat turut membantu mengurus administrasi, sementara warga sekitar berinisiatif menggalang dana untuk membantu biaya pengobatan korban.
“Beliau kagak ada identitasnya. Mau enggak mau Pak RW yang nanganin, karena kejadian di wilayah siini. Akhirnya kita sebagai warga, minta sumbangan bantu buat rumah sakit. Kebetulan dia itu selama dagang, aktif di Masjid Nurul Hidayah sini,” ucap Oslan.
Polisi Masih Selidiki Pelaku
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Parman Gultom, mengatakan pihaknya masih menyelidiki identitas pelaku. Tim Unit Reskrim Polsek Cengkareng juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
“Saat ini sedang kami selidiki, tim sudah olah TKP tadi subuh, sedang didalami dulu mohon waktunya,” ucap Gultom.

