Diduga Saling Senggol Saat Transit, Dua Penumpang KRL Terlibat Baku Hantam di Stasiun Duri!


HAIJAKARTA.ID- Keributan ant penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di Stasiun Duri, Jakarta Barat, pada Rabu (4/11/2026) sore.
Dua orang penumpang dilaporkan terlibat aksi baku hantam di area lantai 1 stasiun sekitar pukul 17.05 WIB.
Peristiwa tersebut diduga bermula dari insiden saling bersenggolan antara kedua penumpang ketika berpindah peron atau transit.
Saat itu, keduanya diketahui sedang berjalan dari peron jalur 5 menuju peron jalur 2.
Perselisihan yang awalnya diduga dipicu oleh senggolan tersebut kemudian berkembang menjadi pertengkaran fisik.
Situasi semakin memanas hingga kedua penumpang terlibat aksi saling serang dengan menggunakan tas, bahkan berlanjut pada adu pukulan.
Kejadian itu berlangsung di tengah aktivitas penumpang yang berada di area stasiun.
Insiden tersebut pun menarik perhatian orang-orang di sekitar lokasi, terutama mereka yang sedang melakukan perpindahan peron untuk melanjutkan perjalanan menggunakan KRL.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, membenarkan adanya insiden keributan yang melibatkan dua penumpang di Stasiun Duri.
Menurutnya, petugas pengamanan stasiun segera mengambil tindakan setelah mengetahui adanya perkelahian tersebut.
Petugas keamanan bersama sejumlah penumpang lain yang berada di lokasi langsung berupaya memisahkan kedua pihak.
Langkah tersebut dilakukan untuk menghentikan aksi saling serang sekaligus mencegah keributan semakin meluas dan mengganggu aktivitas pengguna jasa KRL lainnya.
Setelah berhasil dilerai, kedua penumpang kemudian diamankan oleh petugas. Situasi di area stasiun berangsur kondusif setelah perkelahian dapat dihentikan.
Selanjutnya, kedua penumpang diarahkan untuk melanjutkan perjalanan menuju peron jalur 1-2 dengan pendampingan petugas keamanan.
Pengawalan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi perselisihan maupun keributan susulan di lingkungan stasiun.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap dan mengendalikan emosi ketika berada di fasilitas transportasi umum.
Terlebih, stasiun KRL merupakan ruang publik yang digunakan oleh masyarakat dengan tingkat mobilitas tinggi, terutama pada jam-jam sibuk.
Kepadatan penumpang saat berpindah peron memang dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kontak fisik yang tidak disengaja.
Namun, kesalahpahaman atau senggolan kecil seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa harus berujung pada tindakan kekerasan.
Pengguna KRL diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, saling menghormati, serta memberikan ruang bagi penumpang lain ketika berjalan maupun berpindah peron.
Apabila terjadi perselisihan, masyarakat dapat meminta bantuan petugas stasiun agar persoalan dapat ditangani secara tepat dan tidak berkembang menjadi keributan.
Rangkuman AI sedang dibuat…