Dispenser Air dari Keran Mulai Hadir di Jakarta, PAM JAYA Dorong Perubahan Cara Minum Warga
HAIJAKARTA.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Jaya (PAM JAYA) mulai mendorong perubahan cara masyarakat mengakses air minum melalui pemanfaatan teknologi pemurni air atau water purifier.
Inovasi ini memungkinkan air perpipaan yang selama ini dikenal sebagai air bersih untuk mandi dan mencuci, dapat diolah kembali hingga layak diminum langsung.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan PAM JAYA dalam menyediakan air minum yang aman, efisien, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap air minum dalam kemasan.
Dispenser Air dari Keran Mulai Hadir di Jakarta
Di sejumlah fasilitas, seperti sekolah negeri di Jakarta, perubahan tersebut mulai terlihat. Siswa kini tidak lagi membawa air kemasan dari rumah, melainkan mengisi ulang botol minum mereka melalui dispenser yang terhubung dengan water purifier.
Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin menjelaskan bahwa air perpipaan pada dasarnya telah memenuhi standar air bersih. Dengan pemurnian lanjutan, kualitasnya dapat ditingkatkan menjadi layak konsumsi.
“Air perpipaan pada dasarnya sudah memenuhi standar air bersih. Dengan pemurnian lanjutan, kualitasnya dapat ditingkatkan hingga layak minum,” kata Arief.
Teknologi Pemurnian Air Jadi Kunci
Teknologi water purifier yang digunakan PAM JAYA bekerja melalui sistem penyaringan berlapis, termasuk metode reverse osmosis dan ultraviolet, zat terlarut, hingga mikroorganisme yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Selain itu, PAM JAYA juga memastikan kualitas air melalui uji laboratorium sebelum air dinyatakan aman untuk dikonsumsi langsung.
Tak hanya berfokus pada kualitas, penggunaan teknologi ini juga berdampak pada efisiensi. Di lingkungan internal perusahaan, pemanfaatan water purifier mampu menekan biaya operasional sekaligus mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Perluas Akses ke Sekolah dan Fasilitas Umum
Program ini kemudian diperluas ke berbagai ruang publik, dimulai dari lingkungan yang lebih terkontrol seperti sekolah dan kantor pemerintahan. Penyediaan akses air minum langsung dinilai dapat membentuk kebiasaan baru masyarakat untuk menggunakan botol isi ulang.
Pendekatan ini juga bertujuan memangkas rantai distribusi air minum kemasan yang panjang dan berbiaya tinggi, terutama di kota besar seperti Jakarta.
Meski demikian, tantangan terbesar yang dihadapi bukan terletak pada teknologi, melainkan pada kepercayaan masyarakat.
Selama bertahun-tahun, warga Jakarta terbiasa mengandalkan air galon atau kemasan sebagai sumber utama air minum.
Karena itu, PAM JAYA memilih melakukan pendekatan secara bertahap, dimulai dari area terbatas sebelum memperluasnya ke ruang publik yang lebih luas.
Rencana Dispenser Air di Sudirman-Thamrin
Sementara itu, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Jaya juga tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperluas akses air minum langsung di ruang publik. Program ini masih dalam tahap perencanaan dan akan direalisasikan setelah cakupan layanan air perpipaan mencapai 100 persen di Jakarta.
Salah satu konsep yang disiapkan adalah penyediaan titik-titik dispenser air minum di kawasan strategis ibu kota, termasuk di sepanjang Sudirman-Thamrin. Nantinya, masyarakat cukup membawa botol atau tumbler untuk mengisi ulang air minum secara gratis dan ramah lingkungan.
“Ada program PAM, dari Sudirman- Thamrin, kami akan buat seperti loket dispenser. Masyarakat bawa botol atau tumbler saja,” kata Ketua Dewan Pengawas PAM Jaya, Prasetyo Edi Marsudi dalam siniar bertema “Harmoni Produktivitas dan Pelayanan Publik BUMD di DKI Jakarta: PAM Jaya” di Jakarta, Senin (27/4/2026).
