sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Harga bahan pokok di Jakarta melonjak jelang Idul Adha 2026, kondisi ini mulai dirasakan masyarakat dalam beberapa hari terakhir, terutama untuk komoditas pangan yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga.

Salah satu kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah yang kini menembus harga Rp80.000 per kilogram.

Padahal sebelumnya harga cabai masih berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.

Lonjakan harga tersebut membuat banyak warga mulai mengurangi jumlah pembelian agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.

Kenaikan harga pangan menjelang Idul Adha sebenarnya menjadi fenomena yang hampir terjadi setiap tahun.

Namun, masyarakat menilai lonjakan kali ini cukup cepat karena terjadi mendekati puncak aktivitas belanja kebutuhan hari raya dan pelaksanaan kurban.

Cabai Rawit Merah Jadi Komoditas dengan Kenaikan Tertinggi

Di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Kramat Jati, Pasar Minggu, hingga Pasar Palmerah, harga cabai rawit merah mengalami kenaikan paling tinggi dibanding bahan pokok lainnya.

Para pedagang menyebut stok cabai dari daerah pemasok mengalami penurunan akibat cuaca yang tidak menentu.

Selain itu, distribusi dari sentra produksi ke Jakarta juga disebut mengalami hambatan sehingga pasokan di pasar tidak sebanyak biasanya.

Akibat terbatasnya stok sementara permintaan meningkat tajam, harga cabai rawit merah terus bergerak naik.

Bahkan di beberapa lokasi, harga eceran disebut sudah mendekati Rp85.000 per kilogram untuk kualitas tertentu.

Tidak hanya cabai rawit merah, harga cabai merah keriting dan cabai merah besar juga ikut naik meski kenaikannya tidak setinggi cabai rawit.

Pedagang memperkirakan harga masih berpotensi bergerak naik hingga mendekati Hari Raya Idul Adha.

Harga Daging Sapi dan Ayam Ikut Mengalami Kenaikan

Selain cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani seperti daging sapi dan ayam potong.

Harga daging sapi di beberapa pasar tradisional kini berada di kisaran Rp150.000 hingga Rp170.000 per kilogram tergantung kualitas dan lokasi penjualan.

Sementara harga ayam potong juga mengalami penyesuaian karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momen kurban dan libur panjang.

Kondisi ini membuat sebagian warga mulai memilih alternatif lauk dengan harga yang lebih terjangkau.

Pedagang mengungkapkan bahwa kenaikan harga daging dipengaruhi tingginya permintaan pasar serta biaya distribusi yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, kebutuhan konsumsi masyarakat yang melonjak menjelang hari besar turut memicu kenaikan harga di tingkat pedagang.

Bawang dan Telur Ayam Turut Merangkak Naik

Tidak hanya cabai dan daging, sejumlah komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, dan telur ayam juga mengalami kenaikan harga.

Harga bawang merah dilaporkan naik beberapa ribu rupiah per kilogram dibanding pekan sebelumnya. Begitu pula bawang putih yang mulai mengalami keterbatasan stok di beberapa pasar tradisional Jakarta.

Sementara telur ayam ras yang menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat juga ikut mengalami kenaikan akibat tingginya permintaan dari rumah tangga, pelaku usaha kuliner, hingga pedagang makanan menjelang Idul Adha.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengeluarkan anggaran lebih besar untuk memenuhi kebutuhan dapur harian.

Penyebab Harga Bahan Pokok Melonjak

Kenaikan harga bahan pokok menjelang Idul Adha dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya keagamaan.

Selain itu, faktor cuaca juga disebut mempengaruhi hasil panen petani di sejumlah daerah sentra produksi pangan.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan produksi beberapa komoditas hortikultura mengalami penurunan sehingga pasokan ke pasar berkurang.

iaya distribusi dan transportasi juga menjadi faktor lain yang ikut mendorong kenaikan harga.

Tingginya aktivitas pengiriman barang menjelang libur panjang membuat ongkos distribusi mengalami peningkatan.

Di sisi lain, aktivitas pembelian masyarakat yang meningkat secara bersamaan menyebabkan harga di pasar bergerak lebih cepat dibanding hari-hari biasa.

Pemerintah Diminta Stabilkan Harga Pangan

Masyarakat berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah segera mengambil langkah untuk menekan lonjakan harga pangan di pasar tradisional.

Operasi pasar murah, distribusi stok tambahan, hingga pengawasan rantai pasok dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga harga tetap stabil menjelang Idul Adha.

Pemerintah juga diharapkan dapat memastikan ketersediaan bahan pokok di pasaran agar tidak terjadi kelangkaan yang memicu kenaikan harga lebih tinggi.

Sebelumnya, sejumlah instansi terkait menyatakan akan terus memantau perkembangan harga pangan serta menjaga pasokan tetap aman selama periode hari raya keagamaan.

Momentum Idul Adha Selalu Berdampak pada Harga Pasar

Kenaikan harga bahan pokok menjelang Idul Adha merupakan siklus tahunan yang hampir selalu terjadi di berbagai daerah Indonesia, termasuk Jakarta.

Meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, kebutuhan acara keluarga, persiapan kurban, hingga tingginya permintaan dari sektor kuliner menjadi faktor utama yang membuat harga pasar cenderung naik.

Meski demikian, masyarakat berharap kenaikan harga tahun ini tidak berlangsung terlalu lama dan bisa kembali stabil setelah momentum hari raya berakhir.