sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang warga Desa Padang, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga diserang dan ditelan seekor ular piton sepanjang ekitar 6 meter pada Selasa, (23/6/2026) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIT saat korban dalam perjalanan menuju kebunnya di kawasan Air Pala menggunakan sepeda motor.

Pria di Maluku Utara Tewas Diduga Diserang dan Ditelan Ular Piton Raksasa

Keterangan warga yang beredar melalui rekaman video di media sosial dan grup percakapan WhatsApp menyebut korban diduga diserang ular piton ketika masih berada di atas sepeda motor.

“Korban ini warga Desa Padang. Korban mau ke kebun di Air Pala menggunakan motor. Saat dalam perjalanan, ular menangkap korban ketika masih berada di atas motor,” ujar seorang warga dalam video yang beredar.

Informasi tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang, sedangkan untuk identitas korban belum diketahui secara pasti.

Warga Langsung Datangi Lokasi Kejadian

Peristiwa ini sontak menggegerkan masyarakat setempat. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Kejadian itu menjadi perhatian warga karena disebut menambah daftar kasus serangan ular piton yang terjadi di wilayah Kabupaten Pulau Taliabu.

Bukan Kali Pertama Terjadi di Pulau Taliabu

Sebelumnya, seorang warga Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, juga dilaporkan meninggal dunia akibat ditelan ular piton.

Dalam beberapa waktu terakhir, kemunculan ular piton berukuran besar di sejumlah desa di Pulau Taliabu disebut semakin sering terjadi. Kondisi tersebut membuat warga khawatir, terutama mereka yang beraktivitas di area perkebunan maupun kawasan hutan.

Aparat Masih Lakukan Penelusuran

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap maupun identitas korban.

Aparat dan pemerintah setempat masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan seluruh fakta terkait peristiwa yang menghebohkan warga Pulau Taliabu tersebut.