Jakarta Mulai Masuk Musim Kemarau Mei 2026, BMKG Sebut Lebih Cepat dari Biasanya!
HAIJAKARTA.ID- Jakarta mulai masuk musim Kemarau Mei 2026, lebih cepat dari biasanya?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sebagian area Jakarta telah resmi memasuki periode kemarau, meskipun secara nasional peralihannya masih berlangsung bertahap.
Berdasarkan data terbaru, sekitar 12,8 persen wilayah Indonesia setara dengan 90 Zona Musim (ZOM) telah mengalami musim kemarau.
Wilayah yang lebih dulu memasuki fase ini tersebar di berbagai daerah, mulai dari sebagian Sumatra hingga kawasan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Maluku.
Jakarta Mulai Lebih Cepat dari Normal
BMKG menjelaskan bahwa dua zona musim di Jakarta diperkirakan mulai kemarau pada Mei, bahkan sedikit lebih cepat dibandingkan rata-rata klimatologis.
Zona pertama (BantenDKI 15) mencakup wilayah seperti Jakarta Barat, Jakarta Pusat, sebagian Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Zona ini diprediksi sudah memasuki kemarau sejak dasarian pertama Mei.
Sementara itu, zona kedua (BantenDKI 16) meliputi area Jakarta Selatan dan sebagian Jakarta Timur, yang diperkirakan menyusul pada dasarian kedua Mei.
Fenomena ini menunjukkan bahwa awal kemarau di Jakarta tahun ini datang lebih dini, meski belum merata di seluruh wilayah.
Transisi Masih Berlangsung di Banyak Daerah
Secara nasional, BMKG memproyeksikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia baru akan memasuki musim kemarau secara bertahap sepanjang Mei hingga Juni 2026.
Sekitar 26,3 persen zona musim diprediksi mulai kemarau pada Mei, disusul 23,3 persen lainnya pada Juni. Artinya, saat ini Indonesia masih berada dalam fase peralihan dari musim hujan ke kemarau.
Kondisi ini juga menjelaskan mengapa di beberapa wilayah, termasuk Jakarta, masih terjadi pola cuaca “pagi panas – sore hujan”.
Puncak Kemarau Diperkirakan Agustus
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026 dan mencakup sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia.
Sementara itu, sebagian daerah lain akan mengalami puncak kemarau lebih awal pada Juli, dan sebagian lagi pada September.
Wilayah yang berpotensi mencapai puncak kemarau lebih cepat antara lain sebagian Sumatra, Kalimantan bagian tengah dan utara, hingga beberapa area di Indonesia timur.
Imbauan untuk Warga
Dengan mulai masuknya musim kemarau, masyarakat diimbau untuk mulai mengantisipasi dampak yang mungkin muncul, seperti:
- Berkurangnya ketersediaan air bersih
- Peningkatan suhu udara
- Potensi kebakaran lahan di wilayah tertentu
Meski demikian, fase transisi saat ini masih memungkinkan terjadinya hujan lokal, terutama pada sore hingga malam hari.

