Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kasus dugaan pelecehan yang melibatkan pelatih tim nasional panjat tebing terus bergulir.

Jumlah korban pelecehan seksual pelatih atlet panjat tebing kini bertambah setelah Tim Pencari Fakta (TPF) menerima laporan tambahan dari dua atlet.

Korban Pelecehan Seksual Pelatih Atlet Panjat Tebing

Federasi Panjat Tebing Indonesia atau Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sebelumnya membentuk tim pencari fakta yang diketuai Ari Pontoh untuk menindaklanjuti laporan awal delapan atlet.

Juru bicara TPF FPTI, Robertus Robert, menyampaikan bahwa terdapat tambahan laporan baru yang masuk.

Ia mengungkapkan bahwa ada dua atlet lagi yang melapor kepada timnya. Dengan demikian, total ada 10 atlet yang diduga menjadi korban pelecehan seksual pelatih atlet panjat tebing berinisial HB.

TPF FPTI saat ini masih mendalami apakah seluruh laporan tersebut terjadi dalam periode yang sama atau berbeda. Proses pemeriksaan terhadap saksi dan korban disebut terus berjalan dengan mengedepankan sensitivitas.

Pendampingan Psikolog dan LBH Apik untuk Korban

Selama proses investigasi berlangsung, FPTI memberikan pendampingan khusus kepada para korban melalui psikolog dan pengacara perempuan dari LBH Apik.

Langkah ini diambil untuk memastikan para korban pelecehan seksual pelatih atlet panjat tebing mendapatkan perlindungan serta dukungan hukum dan psikologis yang memadai.

Sementara itu, terduga pelaku berinisial HB telah diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih tim nasional panjat tebing Indonesia. Ia juga dilarang beraktivitas dan berkomunikasi dengan atlet nasional hingga proses investigasi tuntas.

Kronologi Dugaan Kasus

Kasus ini bermula dari laporan delapan atlet FPTI, terdiri dari lima atlet putra dan tiga atlet putri. Mereka mengaku mengalami kekerasan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh pelatih kepala tim nasional, Hendra Basir.

Hendra diketahui merupakan pelatih yang mendampingi Veddriq Leonardo meraih medali emas pada Olimpiade 2024.

Menyikapi laporan tersebut, FPTI segera menonaktifkan Hendra dari jabatannya. Sekretaris Umum FPTI, Wahyu Pristiawan, menegaskan keputusan itu bersifat sementara.

Ia menyatakan bahwa sesuai surat keputusan organisasi, Hendra Basir diberhentikan sementara sampai ada keputusan dari tim pencari fakta yang telah dibentuk.

Klarifikasi Terduga Pelaku

Sehari setelah penonaktifan, Hendra menyampaikan klarifikasi. Ia membantah tuduhan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap sejumlah atlet.

Hendra mengatakan bahwa pada dasarnya ia tidak mengetahui konteks dugaan kekerasan dan pelecehan tersebut karena hingga saat itu belum ada penjelasan resmi dari federasi.

Ia juga menyebut tuduhan pelecehan seksual membuatnya terpukul. Menurutnya, narasi yang berkembang seolah-olah ada ajakan tidak pantas atau tindakan asusila, dan ia menilai tudingan tersebut sebagai fitnah.

Namun demikian, Hendra mengakui pernah memeluk atlet putri dalam momen tertentu. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan secara situasional saat latihan maupun kompetisi.

Ia menuturkan bahwa ketika performa atlet menurun dan atlet merasa kecewa hingga menangis setelah dimarahi, ia memeluk serta mencium kening dan ubun-ubun sebagai bentuk penguatan. Ia menambahkan bahwa hal serupa juga dilakukannya kepada anaknya setelah salat atau saat mengantar sekolah.

Komitmen Zero Tolerance dari FPTI

Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, menegaskan organisasi tidak mentoleransi tindakan pelecehan maupun kekerasan terhadap atlet.

Ia menyampaikan bahwa sebagai Ketua Umum PP FPTI, dirinya telah menerima laporan dugaan pelanggaran etik dan langsung bergerak cepat guna melindungi para atlet.

Yenny juga menekankan komitmennya untuk melindungi seluruh korban serta menegakkan prinsip tanpa toleransi terhadap tindakan pelecehan seksual maupun kekerasan fisik.

Kasus ini turut menjadi perhatian DPR RI dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir. Keduanya mendukung pengusutan tuntas serta pemberian sanksi maksimal jika terbukti bersalah.

Hingga awal Maret, FPTI belum menyampaikan perkembangan terbaru terkait hasil pendalaman tim pencari fakta terhadap dugaan yang menambah daftar korban pelecehan seksual pelatih atlet panjat tebing tersebut.