Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di sejumlah kawasan pegunungan di Jawa Timur.

Api dilaporkan muncul dan meluas di beberapa wilayah, sehingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur tim gabungan terus melakukan penanganan dan upaya pemadaman di lapangan.

Sejumlah kawasan pegunungan yang dilaporkan terdampak kebakaran antara lain kawasan Gunung Semeru, Gunung Wilis, Gunung Ungup-Ungup, Gunung Arjuno-Welirang, hingga Bukit Sariwani.

Kebakaran yang terjadi di beberapa lokasi tersebut menjadi perhatian karena kawasan pegunungan memiliki medan yang sulit dijangkau dan kondisi cuaca tertentu dapat memengaruhi penyebaran api.

Salah satu kebakaran dengan cakupan cukup luas terjadi di kawasan Gunung Semeru.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan terkait penanganan karhutla, luas area yang terdampak kebakaran di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 1.888,91 hektare.

Besarnya area yang terbakar membuat proses penanganan terus dilakukan oleh tim gabungan.

Petugas masih berupaya memadamkan api sekaligus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang dinilai masih berpotensi mengalami penyebaran kebakaran.

Namun, upaya pemadaman tidak selalu berjalan mudah. Tim yang bertugas di lapangan menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi medan pegunungan yang terjal.

Akses menuju beberapa titik kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam membawa peralatan dan melakukan penanganan secara langsung.

Selain medan yang sulit, kondisi angin kencang turut menjadi faktor yang harus diwaspadai. Hembusan angin dapat membuat api lebih cepat merambat, terutama apabila kebakaran terjadi di kawasan dengan vegetasi dan material kering yang mudah terbakar.

Petugas pun terus melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke area lainnya.

Pemantauan terhadap perkembangan situasi di kawasan terdampak juga dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat respons apabila ditemukan titik api baru maupun kepulan asap.

Situasi karhutla di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan wisata.

Demi mengurangi risiko serta menjaga keselamatan pengunjung, aktivitas pendakian Gunung Semeru untuk sementara waktu ditutup.

Tak hanya itu, kawasan wisata Kawah Ijen juga ditutup sementara. Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi di tengah kondisi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah pegunungan.

Dengan adanya penutupan sementara, masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat mengikuti arahan dari petugas serta tidak memaksakan diri untuk memasuki kawasan yang terdampak maupun berpotensi terdampak kebakaran.

Hingga Jumat, 4 September 2026, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam rangkaian peristiwa karhutla yang terjadi di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur tersebut.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. BNPB mengimbau warga untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya kebakaran, terutama saat berada di kawasan hutan, lahan, maupun daerah pegunungan.

Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan sumber api dan berisiko menyebabkan kebakaran semakin meluas.

Apabila menemukan titik api, kepulan asap, atau tanda-tanda awal terjadinya kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas maupun instansi terkait agar dapat ditangani secepat mungkin.

Pelaporan dini dinilai penting karena kebakaran yang diketahui sejak awal dapat segera ditindaklanjuti sebelum api berkembang dan menjangkau wilayah yang lebih luas.

BNPB bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan terhadap karhutla yang terjadi.

Koordinasi di lapangan dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi, melanjutkan proses pemadaman, serta mengantisipasi kemungkinan munculnya kebakaran di titik lain.

Kondisi geografis pegunungan menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran.

Medan yang curam dan sulit diakses membuat proses menuju lokasi api membutuhkan penanganan khusus.

Situasi tersebut juga menuntut petugas untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan selama menjalankan operasi di lapangan.

Di sisi lain, kondisi angin juga menjadi perhatian karena dapat mempercepat arah rambatan api.

Oleh karena itu, perkembangan kebakaran terus dipantau agar langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

Karhutla yang terjadi di sejumlah kawasan pegunungan Jawa Timur ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kawasan hutan dan lingkungan dari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Peran masyarakat dinilai penting dalam upaya pencegahan. Kewaspadaan terhadap penggunaan api, kepatuhan terhadap aturan di kawasan konservasi dan hutan, serta pelaporan cepat apabila menemukan indikasi kebakaran dapat membantu mempercepat penanganan.

Hingga kini, tim gabungan masih terus berupaya mengendalikan kebakaran di wilayah-wilayah terdampak.

Masyarakat diminta untuk tetap mengikuti perkembangan informasi dari pihak berwenang dan mematuhi seluruh imbauan maupun pembatasan aktivitas yang diberlakukan di kawasan pegunungan Jawa Timur.

Upaya pemadaman dan penanganan karhutla diharapkan dapat mencegah api semakin meluas serta meminimalkan dampak terhadap kawasan hutan, lingkungan, aktivitas masyarakat, dan sektor wisata di Jawa Timur.