Karhutla Merembet ke Kawasan Ijen, Jalur Pendakian Kawah Ijen Ditutup!
HAIJAKARTA.ID- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi, Jawa Timur, terus meluas.
Kobaran api dilaporkan merembet ke kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen hingga mendekati jalur pendakian.
Kondisi tersebut membuat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur mengambil langkah penutupan sementara kawasan TWA Kawah Ijen.
Penutupan mulai diberlakukan pada Jumat, 4 September 2026, dan berlangsung hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Berdasarkan laporan di lapangan, api sebelumnya berada di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup.
Kobaran kemudian bergerak menuju kawasan Ijen dan mencapai sekitar Pondok Bunder yang merupakan bagian dari jalur menuju kawasan wisata Kawah Ijen.
Pergerakan api juga dipengaruhi kondisi kawasan yang tengah memasuki musim kemarau.
Vegetasi serta dedaunan yang mengering membuat bahan bakar alami di kawasan hutan menjadi lebih mudah terbakar. Angin kencang di wilayah pegunungan turut menyulitkan proses pengendalian api.
Api Makin Mendekati Jalur Pendakian
Informasi dari petugas di lapangan menyebutkan bahwa titik api pada awalnya berada sekitar satu kilometer dari jalur pendakian.
Namun, kobaran api kemudian terus bergerak hingga mendekati kawasan Pondok Bunder.
Bahkan, berdasarkan laporan petugas, api sempat berada sekitar 20 meter dari jalur pendakian sebelum akhirnya memasuki area jalur tersebut.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan melibatkan petugas BBKSDA, BPBD, pelaku wisata, serta relawan.
Sementara itu, pemantauan melalui kamera CCTV juga menunjukkan adanya pergerakan api ke arah bagian atas Gunung Ijen.
BPBD Banyuwangi dan BPBD Bondowoso terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan kebakaran dan menentukan langkah penanganan berikutnya.
Pendakian dan Aktivitas Wisata Ditutup
BBKSDA Jawa Timur kemudian memutuskan menutup aktivitas kunjungan di kawasan TWA dan Cagar Alam Kawah Ijen.
Kebijakan tersebut berlaku bagi pengunjung maupun aktivitas lainnya di kawasan tersebut mulai 4 September 2026 sampai kondisi dinyatakan aman.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi wisatawan, pendaki, penambang belerang, serta masyarakat yang berada di sekitar kawasan Ijen.
Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD, BBKSDA, relawan, dan unsur terkait lainnya masih melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api semakin meluas.
Hingga Jumat, belum ada laporan mengenai pendaki atau wisatawan yang menjadi korban akibat kebakaran.
Meski demikian, masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati lokasi kebakaran serta mengikuti informasi resmi mengenai kondisi kawasan.
Kawasan TWA Kawah Ijen sendiri berada di wilayah perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso dan merupakan salah satu kawasan konservasi yang dikelola BBKSDA Jawa Timur.
Penutupan jalur pendakian akan tetap diberlakukan sampai situasi kebakaran dapat dikendalikan dan kawasan dinyatakan aman untuk kembali dikunjungi.
