Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah DKI Jakarta mengalami peningkatan sekitar 15,7 persen.

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menyebut kenaikan tersebut masih berada dalam pola musiman dan belum menunjukkan adanya lonjakan signifikan di rumah sakit.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, peningkatan kasus tersebut diketahui berdasarkan pemantauan data dari sejumlah puskesmas di wilayah Jakarta.

“Berdasarkan data Puskesmas di DKI Jakarta, kasus ISPA di Jakarta menunjukkan peningkatan sesuai pola musiman, meningkat sekitar 15,7 persen,” ujar Ani, Selasa (22/9/2026).

Tidak Otomatis Disebabkan Influenza A

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus Influenza A, Dinkes DKI menegaskan bahwa kenaikan kasus ISPA tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai tanda terjadinya peningkatan Influenza A di Jakarta.

Ani menjelaskan, ISPA memiliki berbagai faktor risiko dan dapat disebabkan oleh beragam jenis kuman. Karena itu, peningkatan jumlah kasus ISPA tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh kasus tersebut berasal dari Influenza A.

Dinkes DKI juga masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus melalui fasilitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan data kunjungan rumah sakit yang dihimpun melalui Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online, sejauh ini belum terlihat adanya peningkatan kasus yang tergolong signifikan.

Warga Diminta Tidak Panik

Meski kasus ISPA mengalami kenaikan, masyarakat Jakarta diminta tidak panik. Dinkes DKI mengingatkan warga untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu langkah pencegahan yang dianjurkan adalah menggunakan masker, terutama ketika sedang sakit maupun saat berada di tempat yang ramai.

Warga juga diminta memperhatikan etika batuk dan bersin untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Selain penggunaan masker, masyarakat dianjurkan rutin mencuci tangan menggunakan sabun, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan tubuh, serta mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Langkah-langkah tersebut penting dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh sekaligus mengurangi risiko penularan penyakit saluran pernapasan.

Pemantauan Terus Dilakukan

Dinkes DKI memastikan perkembangan kasus ISPA tetap dipantau melalui data dari fasilitas pelayanan kesehatan.

Masyarakat juga diimbau segera memperhatikan kondisi kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika diperlukan.

Dengan adanya peningkatan kasus sebesar 15,7 persen, masyarakat diharapkan tetap waspada tanpa berlebihan dalam menyikapi situasi.

Dinkes DKI menekankan pentingnya menjaga kebersihan, menerapkan etika batuk, menggunakan masker pada kondisi yang diperlukan, serta menjaga daya tahan tubuh.