Kebakaran Kandang Ayam di Ciseeng Bogor Rugikan Rp 15 Miliar, 150 Ribu Ayam Hangus
HAIJAKARTA.ID – Kebakaran hebat melanda sebuah kandang ayam milik perusahaan di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026). Insiden ini menghanguskan sekitar 150 ribu ekor ayam, bangunan kandang tiga lantai serta kerugian capai 15 miliar.
Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.29 WIB. Polisi yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.
“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp 15 miliar, meliputi satu unit kandang ayam tiga lantai beserta sekitar 150 ribu ekor ayam broiler berumur 4 hari,” kata Maman pada Sabtu, (2/5/2026).
Kebakaran Kandang Ayam di Ciseeng Diduga Berawal dari Alat Pemanas
Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, kebakaran diduga berasal dari alat pemanas (heater) yang berada di dalam kandang ayam. Api kemudian dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
“Api dengan cepat membesar sehingga tidak dapat dikendalikan oleh pekerja setempat meskipun telah dilakukan upaya pemadaman awal menggunakan alat pemadam api ringan (APAR),” ungkapnya.
Petugas pemadam kebakaran yang menerima laporan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman.
Api Berhasil Dipadamkan
Sekitar pukul 11.10 WIB, api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
“Berdasarkan informasi awal dari masyarakat, anggota kami bersama piket fungsi langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujarnya.
Dalam kejadian ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun, kerugian material cukup besar akibat banyaknya ayam dan fasilitas kandang yang terbakar.
“Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka,” katanya.
Imbauan Kepada Pelaku Usaha
Pihak kepolisian mengimbau kepada pelaku usaha dan masyarakat untuk lebih memperhatikan standar keamanan, khususnya dalam penggunaan alat pemanas maupun instalasi listrik.
“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha maupun masyarakat untuk lebih memperhatikan standar keamanan, khususnya penggunaan alat pemanas atau instalasi listrik guna mencegah terjadinya kebakaran,” pungkas Maman.
