Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kasus kematian dokter Myta Aprilia Azmy masih menyisakan duka mendalam sekaligus tanda tanya besar bagi keluarga.

Hingga kini, pihak keluarga mengaku masih menunggu hasil investigasi resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.

Dokter Myta Aprilia Azmy diketahui meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.

Keluarga Tunggu Hasil Investigasi Resmi

Ayah korban, Okta Yusri, menegaskan bahwa keluarga belum mengambil langkah lebih jauh dan memilih menunggu hasil penyelidikan dari pihak terkait.

Ia menyampaikan bahwa saat ini keluarga masih menantikan hasil pemeriksaan dari institusi pendidikan dan pemerintah.

“Kami saat ini masih menantikan hasil penyelidikan dari Fakultas Kedokteran Unsri dan juga Kementerian Kesehatan,” ujar Okta saat dimintai keterangan di Ogan Komering Ulu Selatan, Senin (4/5/2026).

Kronologi Kematian Dokter Myta Aprilia Azmy

Dalam kasus kematian dokter Myta Aprilia Azmy, diketahui korban tengah menjalani program magang yang direncanakan berlangsung selama satu tahun, mulai Agustus 2025 hingga Agustus 2026.

Namun, masa pengabdian tersebut terhenti di tengah jalan setelah kondisi kesehatannya memburuk.

Menurut penuturan keluarga, Myta sempat mengeluhkan kelelahan akibat padatnya jadwal kerja selama menjalani magang di rumah sakit.

“Dia pernah bercerita merasa sangat lelah, jadwalnya dari pagi hingga malam, mulai pukul delapan pagi sampai delapan malam, bahkan baru pulang sekitar pukul sebelas malam,” ungkap Okta.

Tak hanya itu, keluarga juga membenarkan bahwa Myta tetap menjalankan tugasnya meskipun sedang dalam kondisi kurang sehat.

Tidak Memiliki Riwayat Penyakit

Okta menegaskan bahwa sebelum kejadian, anaknya tidak memiliki riwayat penyakit serius. Hal ini semakin menambah kejanggalan dalam kasus kematian dokter Myta Aprilia Azmy.

Hingga saat ini, keluarga juga mengaku belum mendapatkan komunikasi resmi dari pihak rumah sakit terkait kejadian tersebut.

Pihak keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang pada dokter magang lainnya di masa mendatang. Mereka juga mendorong adanya evaluasi sistem kerja di rumah sakit.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan ada perbaikan sistem di rumah sakit,” kata Okta.

Kemenkes Turunkan Tim Investigasi

Menanggapi kasus kematian dokter Myta Aprilia Azmy, Kementerian Kesehatan menyatakan telah menurunkan tim investigasi terpadu ke lapangan.

Tim tersebut bertugas menelusuri secara menyeluruh penyebab meninggalnya dokter magang tersebut, termasuk aspek beban kerja dan sistem pendampingan.

“Tim investigasi terpadu dari Kementerian Kesehatan sudah diterjunkan untuk menelusuri seluruh rangkaian kejadian, mulai dari tata kelola, beban kerja, hingga sistem pendampingan,” demikian pernyataan resmi Kemenkes.

Kemenkes menegaskan tidak akan berspekulasi dan memilih menunggu hasil investigasi lengkap sebelum mengambil langkah lanjutan.