Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memaksimalkan pengoperasian pompa air serta pengerukan sungai sebagai upaya mengatasi banjir di Jakarta.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau lebih disiplin dalam membuang sampah agar tidak memicu penyumbatan saluran air.

“Ketika banjir terjadi, saya langsung memerintahkan semua pompa diaktifkan. Dalam tiga sampai empat jam, air relatif sudah mulai surut,” kata Pramono pada Selasa, (5/5/2026).

Pompa Air Diaktifkan Sejak Awal

Pramono menyebut langkah tersebut cukup efektif dalam mempercepat surutnya genangan. Ia bahkan telah menginstruksikan jajaran untuk mengaktifkan pompa air sejak awal hujan turun.

Selain itu, Pemprov DKI juga mempercepat pengerukan sungai guna meningkatkan kapasitas aliran dan penampungan air.

Pengerukan dilakukan secara masif di sejumlah sungai utama, seperti Sungai Ciliwung, Sungai Krukut, dan Sungai Pasanggrahan.

“Pengerukan sedang kami lakukan, tappi kalau masih ada sampah yang menyumbat, itu akan tetap memicu genangan,” tegas Pramono.

Warga Diminta Disiplin Buang Sampah

Pramono menekankan bahwa selain faktor curah hujan, penyumbatan aliran air akibat sampah menjadi penyebab utama banjir di sejumlah titik.

“Dalam kesempatan ini saya juga berharap betul bahwa jangan kemusian ketika tidak ada hujan dua minggu, orang (membuang) sampah. Itu akhirnya menyumbat di beberapa tempat,” kata Pramono pada Selasa, (5/5/2026).

Ia menjelaskan, sumbatan sampah sering kali memicu genangan meski intensitas curah hujan masih di bawah 200 mm.

Siapkan Solusi Jangka Panjang

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov DKI Jakarta telah menandatangani kerja sama pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama Danantara.

Selain itu, fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan kini juga telah resmi beroperasi sebagai bagian dari sistem pengelolaan sampah terintegrasi untuk mengurangi beban sampah di ibu kota.

Pramono optimistis kombinasi antara teknologi PLTSa dan operasional RDF dapat menjadi solusi dalam mengatasi persoalan sampah di Jakarta.

“Kalau itu jalan semua, maka problem sampah di Jakarta terus terang akan selesai,” ujar Pramono.