Kemenkes Mulai Berikan Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki, DKI Jakarta Jadi Wilayah Perdana Program BIAS 2026
HAIJAKARTA.ID- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mulai memberikan vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak laki-laki melalui pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada Agustus 2026.
Program ini menjadi langkah baru pemerintah dalam memperluas perlindungan terhadap penyakit yang disebabkan oleh infeksi HPV sekaligus mendukung upaya eliminasi kanker leher rahim (serviks) di Indonesia.
Pada tahap awal, pemberian vaksin HPV bagi anak laki-laki akan dilaksanakan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Bali.
Setelah evaluasi pelaksanaan tahap pertama, cakupan program akan diperluas secara bertahap ke berbagai daerah dengan target dapat diterapkan secara nasional pada tahun 2029.
Dukung Eliminasi Kanker Serviks
Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki merupakan bagian dari strategi nasional untuk menekan penyebaran virus HPV.
Meski kanker serviks hanya dialami perempuan, laki-laki dapat menjadi pembawa sekaligus penular virus tersebut.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 99 persen kasus kanker leher rahim berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV).
Karena itu, perluasan sasaran vaksinasi kepada anak laki-laki diharapkan mampu menurunkan rantai penularan virus di masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas program pencegahan kanker serviks dalam jangka panjang.
Sasaran Vaksinasi Anak Kelas 5 SD
Pada tahap awal implementasi, sasaran vaksin HPV bagi anak laki-laki adalah siswa kelas 5 Sekolah Dasar (SD) atau sederajat di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali.
Sementara itu, vaksin HPV bagi anak perempuan tetap diberikan sebagaimana program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Sasaran vaksinasi untuk anak perempuan juga merupakan siswi kelas 5 SD atau sederajat.
Ada Syarat Perluasan Program
Kemenkes menjelaskan bahwa perluasan vaksin HPV untuk anak laki-laki di daerah lain akan dilakukan apabila cakupan vaksinasi HPV bagi anak perempuan di wilayah tersebut telah mencapai minimal 90 persen.
Dengan capaian tersebut, pemerintah menilai kesiapan daerah dalam menjalankan program imunisasi sudah cukup baik sehingga vaksinasi dapat diperluas kepada anak laki-laki secara bertahap.
Bagian dari Strategi Pencegahan Penyakit
Program vaksinasi HPV merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat pencegahan penyakit sejak usia sekolah.
Selain melindungi individu dari berbagai penyakit yang berkaitan dengan infeksi HPV, perluasan vaksinasi juga diharapkan dapat menekan beban pembiayaan kesehatan akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
Kementerian Kesehatan menargetkan implementasi vaksin HPV bagi anak laki-laki dapat menjangkau seluruh Indonesia secara bertahap hingga tahun 2029, seiring meningkatnya cakupan imunisasi di berbagai daerah.

