sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- KUR Bank Mandiri tembus Rp7,35 Triliun di awal 2026 untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, mengungkapkan bahwa angka tersebut setara dengan 17,92 persen dari total target penyaluran KUR tahun 2026 yang dipatok sebesar Rp 41 triliun.

Menurutnya, program KUR tidak hanya berfokus pada aspek pembiayaan semata, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan pelaku usaha. “Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (30/3/2026).

Puluhan Ribu UMKM Terbantu

Sepanjang dua bulan pertama tahun ini, KUR Bank Mandiri telah disalurkan kepada 59.327 pelaku UMKM yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Penyaluran tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat daya saing usaha kecil di tengah persaingan ekonomi.

Jika dilihat berdasarkan sektor, mayoritas penyaluran KUR masih didominasi oleh sektor produksi dengan porsi 61,83 persen atau senilai Rp 4,54 triliun.

Rinciannya meliputi:

  • Sektor pertanian sebesar Rp 2,21 triliun
  • Sektor jasa produksi Rp 1,65 triliun
  • Sektor industri pengolahan Rp 568 miliar
  • Sektor perikanan Rp 107 miliar

Dominasi sektor produksi ini menunjukkan bahwa pembiayaan difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi riil.

Akumulasi Penyaluran Capai Ratusan Triliun

Sejak pertama kali diluncurkan pemerintah pada 2008, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR dengan total mencapai Rp 310,59 triliun hingga Februari 2026.

Program ini telah menjangkau sekitar 3,65 juta debitur UMKM di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut memperlihatkan konsistensi Bank Mandiri dalam mendukung pengembangan sektor usaha kecil sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Kualitas Kredit Tetap Terjaga

Di tengah tingginya penyaluran kredit, Bank Mandiri memastikan kualitas pembiayaan tetap dalam kondisi sehat.

Tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat berada di bawah 1 persen.

Saptari menilai hal ini mencerminkan kemampuan bank dalam mengelola risiko sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis secara optimal.

Strategi Ekosistem untuk Percepat Penyaluran

Dalam upaya mempercepat sekaligus menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem.

Strategi ini memanfaatkan keterkaitan antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai.

Melalui konsep closed-loop, sinergi antar pelaku usaha dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi operasional serta memperkuat keberlanjutan bisnis.

“Sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu ekosistem diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” jelas Saptari.

Dengan penyaluran KUR yang terus meningkat, Bank Mandiri optimistis program ini akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya melalui penguatan sektor UMKM yang selama ini menjadi penopang utama aktivitas ekonomi di berbagai daerah.