Menganal Apa Itu Whistleblower? Pengungkap Fakta di Balik Kasus Pelecehan FH UI
HAIJAKARTA.ID – Banyak yang belum mengerti apa itu whistleblower?
Whistleblower kian perhatian publik usai diungkap oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Seorang mahasiswa bernama Munif Taufik mengaku sebagai whistleblower dalam kasus dugaan pelecehan verbal yang viral di media sosial.
Ia menyebut dirinya sebagai pihak yang mengungkap fakta, bukan bagian dari pelaku.
“Dirinya mengklaim sebagai whistleblower, bukan terlibat dalam tindakan pelecehan verbal tersebut,” demikian penjelasan terkait pernyataan yang disampaikan.
Pengertian Apa Itu Whistleblower
Secara umum, apa itu whistleblower merujuk pada seseorang yang melaporkan dugaan tindak pidana atau pelanggaran kepada pihak berwenang.
Menurut Mahkamah Agung melalui Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2011, whistleblower adalah pihak yang mengetahui adanya kejahatan dan melaporkannya, tetapi bukan pelaku dari tindakan tersebut.
Istilah ini belum memiliki padanan yang benar-benar tepat dalam Bahasa Indonesia.
Beberapa ahli menyebutnya sebagai “peniup peluit”, “saksi pelapor”, atau “pengungkap fakta”.
Tidak Semua Pelapor Disebut Whistleblower
Dalam praktiknya, tidak semua pelapor bisa disebut sebagai whistleblower. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi.
Pertama, laporan harus disampaikan kepada pihak berwenang, media, atau publik agar dapat ditindaklanjuti.
Kedua, whistleblower biasanya merupakan orang dalam atau bagian dari lingkungan tempat pelanggaran terjadi, baik di institusi, perusahaan, maupun lembaga pemerintah.
Karena itu, dalam konteks apa itu whistleblower, posisi pelapor sering kali berada dekat dengan sumber informasi.
Syarat Menjadi Whistleblower
Agar dapat disebut whistleblower, terdapat beberapa kriteria utama:
- Memiliki informasi terkait pelanggaran atau kejahatan
- Melaporkan kepada pihak berwenang atau publik
- Bukan pelaku utama dari kejahatan tersebut
- Berasal dari lingkungan tempat kejadian
Konsep apa itu whistleblower ini penting karena membantu membuka kasus-kasus yang sulit terungkap dari luar.
Contoh Tindakan Whistleblower
Whistleblower biasanya melaporkan berbagai bentuk pelanggaran, antara lain:
- Tindak pidana seperti penipuan
- Ancaman terhadap keselamatan atau kesehatan
- Kerusakan lingkungan
- Ketidakadilan dalam sistem
- Pelanggaran hukum oleh perusahaan
- Upaya menutupi kesalahan
- Kasus pelecehan seksual
Namun, tidak semua laporan termasuk dalam kategori whistleblower. Keluhan pribadi umumnya tidak masuk dalam kategori ini, kecuali berkaitan dengan kepentingan publik.
