sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Suspas) 2025 menunjukkan dominasi generasi muda di Ibu Kota. Generasi milenial dan generasi Z tercatat menjadi kelompok terbesar dalam komposisi penduduk DKI Jakarta, bahkan jika ditambah dengan post generasi Z, totalnya mencapau lebih dari 60 persen.

Milenial dan Gen Z Kuasai Jakarta

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto, menyebut generasi milenial (kelahiran 1981-1996) menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 24,82 persen dari total penduduk.

“Generasi milenial (kelahiran 1981-1996) memberikan kontribusi sebesar 24,82 persen terhadap seluruh jumlah penduduk DKI Jakarta (10,72 juta),” kata Kadarmanto pada Rabu, (6/5/2026).

Selain milenial, generasi Z (kelahiran 1997-2012) juga memiliki kontribusi besar yakni 24,12 persen. Sementara itu, post generasi Z atau penduduk yang lahir mulai 2013 ke atas menyumbang 17,78 persen.

Jika digabungkan, ketiga kelompok ini mencakup sekitar 66,72 persen dari total penduduk Jakarta, menjadikan generasi muda sebagai mayoritas di Ibu Kota.

Di sisi lain, generasi X (1965-1980) berkontribusi sebesar 21,85 persen, disusul generasi boomer (1946-1964) sebesar 10,72 persen, dan pre-boomer (sebelum 1945) yang berkontribusi sebesar 0,71 persen.

“Secara umum sekitar 66,72 persen penduduk DKI Jakarta merupakan generasi Z, milenial, dan post generasi Z,” ucap Kodarmanto.

Jumlah Penduduk Tembus 10,7 Juta

Supas 2025 mencatat jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10.724.330 jiwa. Angka ini meningkat 162.240 jiwa dibandingkan hasil Sensus Penduduk 2020 (SP2020), serta naik 1.116.540 jiwa dibandingkan Sensus Penduduk 2010 (SP2010).

Meski mengalami peningkatan, laju pertumbuhan penduduk Jakarta dalam lima tahun terakhir terbilang melambat, yakni sebesar 0,32 persen per tahun.

Komposisi Gender Relatif Seimbang

Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki tercatat sebanyak 5.371.390 jiwa atau 50,09 persen. Sementara perempuan sebanyak 5.352.940 jiwa atau 49,91 persen.

Dengan komposisi tersebut, rasio jenis kelamin di Jakarta berada di angka 100, yang berarti jumlah laki-laki dan perempuan relatif seimbang di Ibu Kota.