Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang pedagang bakso di kawasan Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat, diduga mengalami intimidasi saat berjualan.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Taman Kebon Sirih ketika seorang pria disebut meminta uang bulanan sebesar Rp 100 ribu kepada pedagang tersebut.

Namun, pedagang yang belum bisa memenuhi permintaan itu meminta waktu, hingga situasi justru memanas. Pria tersebut diduga merusak mangkok-mangkok bakso di lokasi, sehingga membuat pedagang panik. Peristiwa ini juga disaksikan oleh pedagang lain dan menimbulkan keresahan di sekitar lokasi.

Pria di Tanah Abang Pecahkan Mangkuk Pedagang Bakso

Dalam rekaman video yang beredar dan dilihat oleh haijakarta.id pada Jumat (10/4/2026), terlihat seorang pria mengenakan topi, celana pendek biru, baju hijau, serta jaket biru mengambil mangkuk milik pedagang bakso lalu membenturkannya hingga mangkuk tersebut pecah.

“Pecahin gapapa terserah, terserah lu,” ucap pedagang bakso dalam rekaman video tersebut.

Pelaku kemudian terus melakukan aksinya sambil berkata, “Sekali lagi, sekali lagi, jawab sekali lagi,”

Pedagang tersebut pun menjawab, “Terserah lu, gua mau bayar tapi tanggal 1, lu tanggal 1 kemarin udah dikasih sekarang lu kayak gini.”

Hingga kini, belum diketahui secara pasti waktu kejadian maupun tindak lanjut dari pihak berwenang terkait adanya insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, pedagang bakso tersebut kini memilih berhenti berjualan dan pulang ke kampung halamannya.

Reaksi Warganet

Peristiwa ini menuai beragam reaksi dari warganet di media sosial. Banyak yang mengecam tindakan pelaku dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan.

Sebagian warganet menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intimidasi terhadap pelaku usaha kecil yang seharusnya dilindungi.

“Tangkappppp penjarakan!!!!!” tulis akun @fatarb***

Komentar lain juga menyoroti pentingnya kehadiran aparat dalam melindungi masyarakat kecil dari tindakan semena-mena.

“Polisi harus bertindak…melindungi rakyat kecil,” tulis akun @djichuiv***

Selain itu, ada pula warganet yang menyoroti kerugian materiil yang dialami pedagang akibat perusakan tersebut.

“Itu mangkok ada harganya. Ngapain diancurin..” tulis akun @jipikaj***