sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kabar duka datang dari pelaksanaan ibadah haji 2026. Seorang jemaah haji asal Jakarta bernama Mohamad Firdaus (72), yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kota Makkah, Arab Saudi.

Akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah beberapa hari pencarian intensif dilakukan oleh petugas haji dan otoritas setempat.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh Hasan Afandi, dalam konferensi pers di Makkah pada Jumat (22/5/2026).

Pemerintah Indonesia bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum.

“Bapak Firdaus telah ditemukan dalam keadaan wafat. Innalillahi wa innailaihi rojiun,” ujar Hasan Afandi sebagaimana dikutip dari laporan Antara dan Kompas.com.

Hilang Sejak 15 Mei 2026

Sebelumnya, Mohamad Firdaus dilaporkan hilang sejak 15 Mei 2026 setelah meninggalkan hotel tempatnya menginap di Makkah.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), Firdaus terlihat keluar dari penginapan mengenakan kaus putih dan sarung hitam.

Saat itu kondisi hotel disebut relatif sepi karena sebagian besar jemaah tengah melaksanakan salat Jumat.

Keluarga dan rombongan kemudian melaporkan hilangnya Firdaus melalui aplikasi Kawal Haji pada 16 Mei 2026.

Mendapat laporan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah RI segera membentuk tim pencarian khusus.

Proses pencarian dilakukan secara menyeluruh di berbagai titik, mulai dari area sekitar hotel, Masjidil Haram, hingga sejumlah rumah sakit di Kota Makkah dan wilayah sekitarnya.

Ditemukan Setelah Pencarian Intensif

Setelah beberapa hari pencarian, Firdaus akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Hingga kini belum dijelaskan secara rinci penyebab wafatnya almarhum. Namun pemerintah memastikan seluruh hak jemaah akan dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji.

“Badal haji akan dilakukan oleh petugas haji,” kata Hasan.

Sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji, jemaah yang meninggal dunia sebelum menyelesaikan rangkaian ibadah akan dibadalkan agar kewajiban hajinya tetap dapat ditunaikan.

Almarhum juga direncanakan dimakamkan di Kota Makkah, Arab Saudi.

Pemerintah Sampaikan Belasungkawa

PPIH Arab Saudi menyampaikan rasa duka cita mendalam kepada keluarga almarhum.

Pemerintah juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses pencarian, termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, petugas rumah sakit Arab Saudi, aparat setempat, hingga masyarakat Indonesia yang turut mendoakan keselamatan Firdaus selama pencarian berlangsung.

“Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ampunan kepada almarhum serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Hasan.

DPR Soroti Perlindungan Jemaah Lansia

Kasus hilangnya Firdaus turut menjadi perhatian publik dan anggota DPR RI. Sebelumnya, DPR meminta adanya evaluasi terhadap sistem perlindungan jemaah haji lanjut usia (lansia), terutama dalam pengawasan dan pendampingan selama berada di Tanah Suci.

Pasalnya, tingginya aktivitas ibadah dan padatnya kawasan Makkah dinilai dapat meningkatkan risiko jemaah tersesat, terutama bagi lansia dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Pemerintah pun mengimbau seluruh jemaah untuk saling peduli dan memperhatikan kondisi sesama jemaah, khususnya lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

“Jika melihat jemaah berjalan sendiri dan tampak kebingungan atau kelelahan, sebaiknya segera dibantu dan diarahkan kepada petugas haji,” kata Hasan.

Pentingnya Pendampingan dan Pengawasan Jemaah

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah lansia selama pelaksanaan ibadah haji.

Selain faktor usia, kondisi cuaca panas ekstrem dan kepadatan jemaah di Makkah juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta haji.

Kementerian Agama dan PPIH terus mengingatkan jemaah agar selalu mengenakan identitas lengkap, tidak bepergian sendirian, serta menjaga komunikasi dengan ketua rombongan maupun petugas haji.

Kasus wafatnya Mohamad Firdaus juga memunculkan simpati luas dari masyarakat Indonesia yang mengikuti perkembangan pencarian melalui berbagai platform media sosial dan layanan informasi haji.