Pahami Aturan BBM Subsidi 2025, Hanya Kendaraan Jenis Ini Yang Boleh Isi Pertalite

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah mengeluarkan aturan BBM Subsidi 2025 yang nantinya hanya akan diberikan kepada beberapa jenis kendaraan.
Nantinya kendaraan mewah sudah tidak bisa menggunakannya. Aturan ini tertuang dalam Perpres 191 Tahun 2014 tentang distribusi dan harga BBM.
Aturan BBM Subsidi 2025
Berdasarkan Perpres Nomor 191 Tahun 2014, yang dimaksud BBM Subsidi adalah solar dan Pertalite. Berikut beberapa golongan kendaraan yang boleh menggunakan BBM Subsidi:
1. Transportasi Darat
- Kendaraan pribadi (plat hitam)
- Kendaraan umum (plat kuning)
- Kendaraan angkutan barang (kecuali untuk pengangkut hasil pertambangan dan perkebunan dengan roda lebih dari 6)
- Mobil layanan umum, seperti ambulans, mobil jenazah, truk sampah dan pemadam kebakaran.
2. Transportasi Air
Transportasi air dengan motor tempel, ASDP, transportasi laut berbendera Indonesia, kapal pelayaran rakyat/perintis, dengan verifikasi dan rekomendasi Kepala SKPD/Kuota oleh Badan Pengatur.
3. Usaha Perikanan
- Nelayan dengan kapal ≤ 30 GT yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan, verifikasi dan rekomendasi SKPD
- Pembudidaya ikan skala kecil dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD
4. Usaha Pertanian
Petani/kelompok tani/usaha pelayanan jasa alat mesin pertanian dengan luas tanah maksimum ≤ 2 ha, dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD
5. Layanan Umum/Pemerintah
- Krematorium dan tempat ibadah untuk kegiatan penerangan sesuai dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD
- Panti asuhan dan Panti Jompo untuk penerangan sesuai dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD
- Rumah sakit tipe C & D
6. Usaha Mikro
- Usaha mikro atau industri rumahan dengan verifikasi dan rekomendasi SKPD
Merk Mobil Yang Boleh Pakai BBM Subsidi
BBM subsidi selayaknya hanya untuk pelaku usaha kecil dan menengah, penyedia layanan umum, serta mobil pribadi dengan syarat tertentu.
BBM subsidi tidak untuk semua orang, terlebih bagi masyarakat dengan ekonomi kuat yang memiliki mobil seperti Fortuner hingga Pajero Sport.
Pemerintah sedang berupaya memperbaiki mekanisme penyaluran BBM subsidi, salah satunya dengan mengatur penerima BBM Subsidi melalui kapasitas kendaraan.
Berikut beberapa mobil yang memiliki kapasitas tersebut sehingga bisa membeli BBM Subsidi:
1. Daihatsu:
- Sigra 998 cc dan 1.197 cc
- Ayla 998 cc dan 1.197 cc
- Rocky 998 cc dan 1.198 cc
- Sirion 1.329 cc
- Xenia 1.329 cc
2. Toyota:
- Calya 1.197 cc
- Agya 1.197 cc
- Raize 998 cc dan 1.198 cc
- Avanza 1.329 cc
3. Honda:
- Brio 1.199 cc
- Suzuki:
- Ignis 1.197 cc
- S-Presso 998 cc
4. Wuling:
- Formo S 1.206 cc
5. Kia:
- Picanto 1.248 cc
- Rio 1.348 cc
- Seltos 1.353 cc
6. Nissan:
- Magnite 999 cc
- Kicks e-Power 1.198 cc
Kendati demikian, daftar mobil di atas bukanlah daftar resmi karena aturannya masih dalam pembahasan.
Pemerintah juga akan memperketat penyaluran BBM subsidi dengan mengatur volume batas pembelian solar.
Kabar Pengaturan BBM Subsidi 2025
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan akan mengatur penyaluran BBM subsidi lebih ketat.
Saat ini, volume batas pembelian solar dalam BBM Subsidi adalah 60 liter untuk kendaraan roda empat. Sementara untuk roda 6 adalah 80 liter dan 200 liter bagi kendaraan dengan roda lebih dari 6.
“Kami menilai volume batas pembelian terlalu banyak karena melebihi kapasitas tangkinya sehingga berpotensi untuk disalahgunakan,” kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI pada Senin (10/2/2025).
Selain itu, BPH Migas akan menghitung volume Jenis BBM Tertentu (JBT) dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) sesuai volume yang keluar dari ujung nozzle.
Saat ini pihaknya sedang menunggu pedoman teknis dan aturan terkait dari Kementerian Keuangan. Dengan pengaturan yang tepat, penyaluran BBM Subsidi diharapkan bisa tepat sasaran untuk pihak yang membutuhkan.