Pemprov DKI Siapkan Beasiswa LPDP Jakarta, 100 Mahasiswa Ditargetkan Kuliah ke Luar Negeri!
HAIJAKARTA.ID- Pemprov DKI siapkan beasiswa LPDP Jakarta dengan pendanaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah masih mematangkan konsep serta mekanisme pelaksanaan program tersebut.
Koordinasi intensif pun telah dilakukan bersama pihak LPDP yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan.
Menurut Pramono, langkah ini tidak bisa dilakukan secara sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta, melainkan membutuhkan sinergi dan dukungan dari pemerintah pusat agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Prioritas untuk Anak Betawi dan Keluarga Kurang Mampu
Program beasiswa ini dirancang untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada warga Jakarta, khususnya putra-putri Betawi, agar dapat menempuh pendidikan di luar negeri.
Selain itu, pegawai di lingkungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Pemprov DKI juga menjadi salah satu target penerima manfaat.
Tak hanya itu, Pemprov DKI menegaskan bahwa program ini akan memprioritaskan peserta dari kalangan keluarga kurang mampu.
Hal ini sebagai upaya konkret untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jakarta.
Pramono menilai, keberadaan LPDP versi Jakarta ini dapat menjadi solusi strategis dalam membuka akses pendidikan global bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi.
Kuota Awal 100 Mahasiswa, Fokus Studi ke Luar Negeri
Dalam tahap awal pelaksanaannya, program ini ditargetkan dapat memberangkatkan sekitar 100 mahasiswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri setiap tahunnya.
Beasiswa ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi individu penerima, tetapi juga berdampak luas bagi pembangunan Jakarta, terutama dalam mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Sempat Tertunda, Kini Mulai Dimatangkan Kembali
Sebelumnya, rencana peluncuran beasiswa ini sempat mengalami hambatan.
Salah satu penyebabnya adalah adanya pemotongan dana bagi hasil (DBH) untuk DKI Jakarta yang mencapai Rp15 triliun, sehingga berdampak pada penganggaran program.
Meski demikian, Pemprov DKI tetap optimistis program ini dapat direalisasikan sesuai target.
Pramono bahkan menegaskan bahwa LPDP Jakarta merupakan salah satu program prioritas yang ingin diwujudkannya selama masa kepemimpinan.
Harapan ke Depan
Dengan adanya program ini, Pemprov DKI Jakarta berharap semakin banyak generasi muda Jakarta yang mampu menempuh pendidikan berkualitas di luar negeri, sekaligus membawa ilmu dan pengalaman untuk membangun kota.
Jika terealisasi, LPDP Jakarta berpotensi menjadi model baru beasiswa daerah yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah lain di Indonesia.
