Polutan di Lima Wilayah Jakarta Menurun saat JRF 2026, Pemprov Gencarkan OMC dan Water Mist!
HAIJAKARTA.ID – Konsentrasi sejumlah polutan udara di lima wilayah Jakarta menunjukkan tren penurunan pada Sabtu (24/10/2026), bertepatan dengan hari pertama penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki kualitas udara, di antaranya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penyemprotan kabut air (water mist).
Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, penurunan konsentrasi partikel polutan PM2.5 dan PM10 terpantau pada pagi hari, terutama pada pukul 04.00-07.00 WIB.
Meski demikian, diperlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan sejauh mana pelaksanaan OMC berkontribusi terhadap perubahan kualitas udara tersebut.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, menjelaskan bahwa perubahan konsentrasi polutan tidak hanya dipengaruhi oleh upaya modifikasi cuaca, tetapi juga kondisi meteorologi dan sumber emisi lokal.
Menurutnya, hasil pemantauan melalui Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) menunjukkan kecenderungan penurunan konsentrasi polutan di lima wilayah Jakarta.
Namun, analisis lanjutan masih diperlukan untuk mengetahui besarnya pengaruh setiap faktor terhadap perubahan tersebut.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan bahwa OMC dilakukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat selama berlangsungnya JRF 2026.
Ajang lari tersebut diikuti lebih dari 37.000 peserta dari 48 negara. Karena itu, pemantauan cuaca dan upaya menjaga kenyamanan lingkungan menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan olahraga tersebut.
BPBD DKI Jakarta mencatat empat sorti penerbangan OMC telah dilaksanakan pada 21–23 Oktober 2026. Operasi tersebut menggunakan pesawat PK-SNH dengan bahan semai natrium klorida (NaCl).
Penyemaian dilakukan di sejumlah kawasan, meliputi Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.
Selain OMC, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penyemprotan water mist di sejumlah ruas jalan yang menjadi lintasan Jakarta Running Festival 2026.
Penyemprotan ini ditujukan untuk membantu menyejukkan lingkungan di sekitar jalur perlombaan.
Upaya tersebut mendapat tanggapan positif dari sejumlah peserta. Dwi, salah satu pelari asal Jakarta Selatan, mengaku merasakan udara yang relatif sejuk saat mengikuti perlombaan pada pagi hari.
Menurutnya, kondisi udara yang terasa lebih sejuk membuat aktivitas berlari menjadi lebih nyaman.
Ia juga menilai penyemprotan air di beberapa titik lintasan cukup membantu menciptakan suasana yang lebih sejuk.
Di sisi lain, data kualitas udara yang ditampilkan IQAir pada pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) sebesar 67 atau berada dalam kategori sedang, dengan PM2.5 sebagai polutan utama pada konsentrasi 17,5 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut merupakan gambaran kondisi pada waktu pengukuran dan tidak serta-merta mewakili kualitas udara di seluruh wilayah Jakarta sepanjang hari.
Pemprov DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terus memantau perkembangan cuaca serta kualitas udara untuk mengevaluasi pelaksanaan OMC.
Pemantauan tersebut juga dilakukan guna mendukung kelancaran Jakarta Running Festival 2026 hingga hari kedua yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (25/10/2026).
Meski terdapat tren penurunan konsentrasi sejumlah polutan, evaluasi lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan kualitas udara di Jakarta.
