Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara Indonesia ikut mendukung pengembangan jaringan transportasi publik di Jakarta.

Dukungan tersebut dinilai penting agar pembangunan Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta dapat terus diperluas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya berkaitan dengan kepentingan warga yang tinggal di Ibu Kota.

Menurutnya, Jakarta memiliki posisi penting bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

“Saya kira Danantara wajib membantu. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa,” ujar Prabowo dalam sambutannya yang dipantau melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Pramono Minta Dukungan Danantara

Pernyataan Presiden tersebut disampaikan setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dukungan untuk pengembangan jaringan LRT Jakarta.

Pramono berharap pemerintah pusat melalui Danantara dapat membantu pembiayaan pengembangan jaringan transportasi tersebut sehingga pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan anggaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Pramono menyampaikan keinginan agar jaringan LRT dapat terus diperluas, termasuk menuju kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dan terhubung dengan jaringan kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga untuk membantu kami, Pak,” kata Pramono.

Permintaan tersebut mendapat respons langsung dari Prabowo yang menyatakan Danantara wajib membantu pengembangan LRT Jakarta.

LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi

Sementara itu, peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai menjadi bagian dari pengembangan transportasi massal di Jakarta.

Koridor tersebut memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun, mulai dari Kelapa Gading hingga Manggarai.

Stasiun yang dilayani antara lain Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Dengan tersambungnya jalur hingga Manggarai, masyarakat dari kawasan Jakarta Utara kini memiliki akses transportasi langsung menuju salah satu kawasan simpul transportasi penting di Jakarta Selatan.

Stasiun Manggarai juga memiliki koneksi dengan layanan transportasi kereta lainnya sehingga pengembangan LRT diharapkan dapat memperkuat integrasi antarmoda di Ibu Kota.

Pemprov DKI sebelumnya menyebut keberadaan koridor ini akan memperluas konektivitas transportasi publik dari kawasan utara menuju pusat Jakarta.

Investasi Capai Rp12,1 Triliun

Pembangunan LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Nilai investasi proyek tersebut mencapai sekitar Rp12,1 triliun. Pengembangan koridor ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas transportasi publik dan mendorong masyarakat menggunakan angkutan massal dalam aktivitas sehari-hari.

Satu rangkaian LRT disebut mampu mengangkut sekitar 270 hingga 275 penumpang.

Sementara itu, jumlah pengguna diproyeksikan dapat mencapai sekitar 60 ribu penumpang per hari pada tahap awal dan meningkat hingga sekitar 80 ribu penumpang per hari dalam kondisi normal.

Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan dapat ditempuh sekitar 28 menit, sehingga koridor tersebut diharapkan menjadi alternatif perjalanan bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi maupun moda transportasi lainnya.

Ada Tarif Khusus untuk Masa Sosialisasi

Untuk memperkenalkan layanan baru tersebut kepada masyarakat, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan kebijakan tarif khusus.

Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa selama delapan hari setelah peresmian, masyarakat dapat menggunakan LRT Jakarta tanpa membayar tarif perjalanan.

Setelah masa sosialisasi tersebut berakhir, tarif yang diberlakukan disebut sebesar Rp8 sesuai kebijakan yang diumumkan Pemprov DKI.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan rute baru sekaligus mendorong masyarakat mencoba transportasi publik yang kini menghubungkan Kelapa Gading dengan Manggarai.

Pengembangan LRT Masih Akan Berlanjut

Pengoperasian rute Kelapa Gading-Manggarai bukan menjadi tahap akhir pengembangan jaringan LRT Jakarta.

Pemprov DKI sebelumnya telah menyiapkan rencana pengembangan jalur LRT dari Manggarai menuju Dukuh Atas.

Koridor tersebut diharapkan semakin memperkuat keterhubungan LRT dengan moda transportasi massal lainnya, termasuk MRT, KRL Commuter Line, TransJakarta, serta jaringan kereta lainnya.

Karena itu, dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat maupun lembaga seperti Danantara menjadi salah satu isu penting dalam rencana perluasan jaringan LRT Jakarta ke depan.

Bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pengembangan jaringan transportasi massal tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem transportasi yang semakin terintegrasi dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Dengan dukungan pemerintah pusat, pengembangan LRT Jakarta diharapkan dapat dilakukan secara bertahap sekaligus memperkuat konektivitas transportasi di kawasan metropolitan Jabodetabek.