Prabowo Setujui Pengiriman 500 Pompa, 20 Ekskavator, dan 100 Motor Trail untuk Atasi Karhutla Sumsel
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menambah berbagai peralatan pemadaman.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengiriman 500 unit mesin pompa lengkap dengan selang, 20 ekskavator, serta 100 motor trail untuk membantu petugas mengatasi kebakaran di sejumlah wilayah Sumsel.
Keputusan tersebut diambil setelah Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyampaikan kondisi karhutla dan kebutuhan peralatan di lapangan.
Bantuan tambahan itu diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke wilayah lain.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat sekitar 1.900 hektare lahan terbakar di Sumatera Selatan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 200 hektare masih berada dalam kondisi terbakar ketika penanganan karhutla dibahas pemerintah.
Prabowo Tambah 500 Mesin Pompa
Salah satu kebutuhan utama di lapangan adalah mesin pompa untuk menyuplai air ke lokasi kebakaran. Karena itu, Prabowo memerintahkan pengiriman 500 mesin pompa beserta selang ke Sumatera Selatan.
Peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan tim pemadam dalam mengambil dan mengalirkan air menuju titik-titik api, terutama di lokasi yang sulit mendapatkan akses sumber air secara langsung.
Penambahan peralatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah agar penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan pemadaman dari udara, tetapi juga diperkuat dengan operasi darat.
100 Motor Trail untuk Menjangkau Titik Sulit
Selain mesin pompa, pemerintah juga menyiapkan 100 unit motor trail. Kendaraan tersebut nantinya dapat dimodifikasi dengan tangki air sehingga bisa digunakan untuk membawa air dan membantu proses pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan berukuran besar.
Jumlah 100 unit tersebut bahkan lebih banyak dibandingkan kebutuhan yang sebelumnya diajukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Pemprov Sumsel sebelumnya mengusulkan pengadaan sekitar 50 motor trail, namun pemerintah pusat menyetujui pengiriman dua kali lipat dari jumlah permintaan tersebut.
Motor trail dinilai dapat menjadi kendaraan pendukung untuk mobilisasi personel dan peralatan menuju kawasan yang memiliki akses terbatas, termasuk medan berlumpur atau jalur sempit.
20 Ekskavator Disiapkan untuk Cegah Api Meluas
Pemerintah juga menyetujui pengiriman 20 ekskavator ke Sumatera Selatan. Alat berat tersebut tidak hanya digunakan dalam penanganan kebakaran, tetapi juga untuk membantu membuat kanal dan melakukan penyekatan di area tertentu.
Pembuatan kanal maupun sekat menjadi salah satu langkah untuk menghambat pergerakan api, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan yang memiliki potensi penyebaran cukup cepat.
Dengan dukungan alat berat, pemerintah berharap upaya pengendalian karhutla dapat dilakukan secara lebih cepat dan terarah.
Didukung Operasi Water Bombing
Penanganan karhutla di Sumatera Selatan juga dilakukan melalui operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing.
Pesawat atau helikopter dengan kemampuan tersebut digunakan untuk menjatuhkan air dari udara ke kawasan yang terbakar, khususnya ketika titik api sulit dijangkau melalui jalur darat.
Kombinasi antara pemadaman darat dan udara diharapkan membuat penanganan kebakaran menjadi lebih efektif.
Tim di lapangan dapat menggunakan mesin pompa dan kendaraan untuk menangani titik api dari darat, sementara helikopter membantu menjangkau kawasan yang sulit diakses.
Pemerintah menargetkan sisa area yang masih terbakar, yakni sekitar 200 hektare, dapat segera ditangani pada pekan tersebut.
Peralatan Tambahan Diharapkan Percepat Penanganan
Pengiriman ratusan mesin pompa, motor trail, dan ekskavator menunjukkan upaya pemerintah memperkuat penanganan karhutla dari berbagai sisi.
Peralatan tersebut ditujukan bukan hanya untuk memadamkan api yang sudah muncul, tetapi juga membantu mengendalikan penyebaran kebakaran.
Dengan dukungan personel, peralatan darat, alat berat, serta pemadaman melalui udara, pemerintah berharap titik-titik api di Sumatera Selatan dapat segera dikendalikan sehingga dampak asap dan kerusakan lahan tidak semakin meluas.

