Pramono Mulai Rapikan Kabel Semrawut Jakarta, Penataan SJUT Digelar dari Gatot Subroto hingga Cawang!
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai merealisasikan rencana penataan kabel utilitas yang selama ini terlihat semrawut di sejumlah ruas jalan Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan penataan melalui Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) akan dimulai dari kawasan Jalan Gatot Subroto hingga Cawang.
Rencana tersebut disampaikan Pramono setelah sebelumnya penataan dijadwalkan berlangsung pada Senin, 7 September 2026.
Namun, pelaksanaan di lapangan sempat ditunda akibat kondisi abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang saat itu menyebar ke sejumlah wilayah Jakarta.
Pramono kemudian menyatakan bahwa penataan SJUT akan kembali dijalankan pada pekan tersebut.
Ia juga berencana turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi dan perkembangan pengerjaan.
“Untuk SJUT sebenarnya sudah saya agendakan di Jalan Gatot Subroto sampai dengan Cawang. Karena ada debu atau abu vulkanik sehingga sempat ditunda, tetapi dalam minggu ini saya akan melihat ke lapangan,” ujar Pramono, Selasa, 8 September 2026.
Dimulai dari Gatot Subroto-Cawang
Penataan kabel tersebut menjadi bagian dari kebijakan Pemprov DKI untuk membenahi jaringan utilitas yang berada di ruang publik.
Sebelumnya, Pramono juga menyebut kawasan Gatot Subroto hingga Cawang sebagai salah satu titik awal pelaksanaan penataan SJUT.
Program ini memiliki dasar kebijakan berupa peraturan daerah yang menjadi payung hukum pembangunan SJUT di Jakarta.
Pemprov DKI selanjutnya menargetkan penataan dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi.
Penataan kabel tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki tampilan kota. Keberadaan kabel yang tidak tertata juga menjadi persoalan dari sisi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Melalui konsep SJUT, jaringan utilitas diharapkan dapat ditempatkan secara lebih teratur sehingga ruang publik menjadi lebih aman dan tertata.
Pemprov DKI Diminta Hindari Bongkar-Pasang Jalan
Di tengah rencana tersebut, proses pengerjaan SJUT juga mendapat perhatian dari DPRD DKI Jakarta.
Anggota DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengingatkan agar pembangunan jaringan utilitas dilakukan secara terintegrasi dengan proyek infrastruktur lainnya.
Menurutnya, pengerjaan SJUT sebaiknya disinkronkan dengan proyek yang berkaitan dengan PAM Jaya, pembangunan trotoar, saluran air, serta pekerjaan infrastruktur lainnya.
Langkah tersebut dinilai penting agar ruas jalan tidak berulang kali dibongkar untuk proyek yang berbeda.
Selain berpotensi mengganggu aktivitas warga, pengerjaan yang tidak terkoordinasi juga dapat memperparah kemacetan.
Penataan Ditargetkan Berlangsung Bertahap
Pemprov DKI sebelumnya telah menyatakan bahwa penataan kabel di Jakarta tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap.
Pramono juga menargetkan pembangunan SJUT dapat diselesaikan dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Dengan program tersebut, Pemprov DKI ingin secara bertahap mengurangi persoalan kabel udara yang semrawut sekaligus memperbaiki tata ruang utilitas di Ibu Kota.
Untuk tahap awal, kawasan Gatot Subroto hingga Cawang menjadi salah satu koridor yang diprioritaskan. Pemprov DKI akan memantau pelaksanaan di lapangan sebelum penataan dilanjutkan ke titik-titik lainnya.
Masyarakat kini menantikan pelaksanaan proyek tersebut, terutama agar penataan kabel benar-benar dapat meningkatkan keamanan dan estetika kota tanpa menimbulkan gangguan lalu lintas yang berkepanjangan.
