Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Beredar sebuah unggahan di media sosial X yang menampilkan tangkapan layar menyerupai pemberitaan media massa.

Unggahan tersebut menarasikan bahwa Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia meminta masyarakat beralih menggunakan solar setelah harga Pertamax disebut naik mejadi Rp 16.250 per liter.

Dalam unggahan tersebut, terlihat foto Dwi Anggia disertai kutipan yang seolah-olah merupakan pernyataan resmi dari Kementerian ESDM, yang bertuliskan:

“Pertamax Jari Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM: Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-sama BBM kan?”

Narasi tersebut kemudian ramai diperbincangkan dan memicu berbagai reaksi dari warganet.

Tidak Ditemukan Pernyataan Resmi Seperti yang Beredar

Berdasarkan hasil penelusuran, tidak ditemukan pemberitaan maupun pernyataan resmi dari Kementerian ESDM yang menyebut Dwi Anggia meminta masyarakat beralih menggunakan solar karena harga Pertamax mengalami kenaikan.

Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut memang merupakan dokumentasi asli saat Dwi Anggia ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Kamis, (11/6/2026).

Namun, isi kutipan yang telah beredar tersebut tidak sesuai dengan pernyataan yang disampaikannya.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Dwi Anggia menjelaskan bahwa harga Pertamax masih berada di bawah harga keekonomian apabila dibandingkan di sejumlah negara tetangga yang berkisar antara Rp 20.000 hingga Rp 21.000 per liter.

Ia juga menerangkan bahwa harga BBM non-subsidi dipengaruhi berbagai faktor global, termasuk kondisi geopolitik yang berdampaj pada pergerakan harga mintak dunia.

Pertamax Mrupakan BBM Non-Subsidi

Dwi Anggia menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang penetapan harganya mengikuti mekanisme pasar. Hal tersebut berbeda dengan BBM bersubsidi yang mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah.

Dalam pernyataan, tidak terdapat ajakan maupun imbauan kepada masyarakat untuk menggunakan solar sebagai pengganti Pertamax.

Karena itu, kutipan yang menyebut “Ada solar yang murah, pakai itu saja, sama-sama BBM kan?” tidak ditemukan dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian ESDM.

Narasi yang menyebut Juru Bicara Kementerian ESDM DWi Anggia meminta masyarakat beralih menggunakan solar karena harga Pertamax naik menjadi Rp 16.250 per liter adalah tidak benar atau hoaks.