Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Kerusuhan pecah usai laga play-off promosi Pegadaian Champonship 2025/2026 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enambe, pada Jumat (8/5/2026) malam.

Kekalahan Persipura Berujung Pembakaran Puluhan Kendaraan

Kekalahan Persipura memicu aksi ricuh hingga berujung pembakaran puluhan kendaraan dan perusakan fasilitas stadion.

Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan pihaknya menemukan sedikitnya 30 kendaraan dibakar dalam kerusuhan tersebut.

“Kami menemukan kerugian material itu ada sebanyak 20 mobil, 10 kendaraan roda dua juga terjadi pengrusakan beberapa fasilitas di dalam Stadion Lukas Enambe,” kata Frits Ramandey pada Sabtu, (9/5/2026).

Laga Persipura melawan Andhyaksa FC sendiri berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan tim tamu. Hasil itu membuat Persipura gagal meraih promosi ke Super League 2026-2027 dan memicu kekecewaan suporter.

Komnas HAM Soroti Dugaan Pemicu Kerusuhan

Frits mengatakan pihaknya masih mendalami faktor yang memicu kericuhan tersebut. Salah satu hal yang akan dikaji yakni penggunaan video assistent referee (VAR) dalam pertandingan.

“Kemungkinan kami akan menilai penggunaan video assistent referee (VAR), apakah itu menjadi pemicu terjadinya kericuhan selain dari kekalahan tim Persipura Jayapura,” kata Frits Ramandey.

Selain pembakaran kendaraan, massa juga dilaporkan merusak sejumlah fasilitas stadion. Aparat keamanan dikerahkan untuk mengendalikan situasi agar kerusuhan tidak meluas.

Polisi Pemeriksa 14 Orang, Belasan Aparat Terluka

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan polisi telah memeriksa 14 orang terkait kerusuhan di Stadion Lukas Enembe.

Menurut Cahyo, berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, sebanyak 67 kendaraan mengalami kerusakan, hilang, atau terbakar akibat kericuhan tersebut.

“Salah satu personel Polres Jayapura, yakni Ipda Arjuna saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara Jayapura akibat luka yang dideritanya,” kata Cahyo.

Selain itu, sebanyak 10 anggota polisi dan satu warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Suasana Stadion Memanas

Kericuhan tak hanya terjadi di dalam stadion, tetapi juga meluas ke area luar stadion. Sejumlah suporter yang kecewa melakukan aksi perusakan dan membakar kendaraan yang terparkir, termasuk mobil milik penonton.

Situasi sempat memanas dengan massa berkumpul di sekitar stadion, sementara aparat keamanan berupaya membubarkan kerumunan dan mengamankan lokasi.

Reaksi Warganet

Insiden tersebut ramai menjadi sorotan di media sosial. Banyak warganet menyayangkan aksi perusakan fasilitas olahraga yang baru dibangun dan menjadi kebanggaan masyarakat Papua.

“Udh di bangun oleh Pemerintah bekerjasama dgn PSSI & FIFA, lah kok malah di rusak seperti ini. Nanti gak punya Stadion Sepakbola lagi dibilang Kurang Memperhatikan Papua dalam olahraga sepakbola. Yuk sadar, Fasilitas sebagus ini kan manfaatnya byk untuk rakyat Papua selain untuk Sepakbola,” tulis akun @teddym***

“Itulah kurang kesadaran. Padahal sebuah pertandingan pasti ada yg kalah & menang, itu adalah hal yg wajar,” tambah akun yang sama.

“Ya allah,” tulis akun @chindri***