SDN 2 Bendo Magetan Roboh Usai Hujan Deras, Diduga Kondisi Bangunan Sudah Tua
HAIJAKARTA.ID – Peristiwa SDN 2 Bendo Magetan roboh menggegerkan warga Desa Bendo, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, pada Minggu (12/4/2026) malam.
Bangunan sekolah dilaporkan ambruk setelah diguyur hujan deras sejak sore hingga malam hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan menyebut tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diprediksi cukup banyak.
SDN 2 Bendo Magetan Roboh
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, Eka Radityo, menjelaskan bahwa penyebab utama SDN 2 Bendo Magetan roboh diduga karena kondisi bangunan yang sudah tua.
“Bangunan tersebut roboh diduga karena usianya yang sudah tua dan materialnya yang lapuk,” ujar Eka.
Selain faktor usia, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut juga menjadi pemicu ambruknya bangunan sekolah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden SDN 2 Bendo Magetan roboh menyebabkan kerusakan pada sebuah kendaraan yang terparkir di lokasi.
Truk milik warga bernama Iskandar (55) tertimpa material bangunan yang runtuh.
“Truk tersebut mengalami kerusakan kategori sedang di beberapa bagian badan kendaraan karena tertimpa reruntuhan bangunan,” jelas Eka.
Setelah kejadian, BPBD Magetan langsung mengerahkan tim reaksi cepat (TRC) serta Pusdalops Penanganan Bencana ke lokasi.
“Kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, warga, serta Disdikpora Magetan untuk langkah penanganan selanjutnya,” kata Eka.
Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman dan proses penanganan berjalan lancar.
Kegiatan kerja bakti untuk membersihkan material bangunan dilakukan pada Senin (13/4/2026) pagi.
Petugas BPBD bersama warga dan pihak sekolah bergotong royong membersihkan reruntuhan bangunan.
Selain itu, area sekitar lokasi juga telah disterilkan untuk menghindari potensi bahaya.
Petugas memasang pembatas agar warga, terutama anak-anak, tidak mendekati lokasi kejadian.
Cuaca Ekstrem Picu Bencana
BPBD mencatat bahwa kejadian SDN 2 Bendo Magetan roboh merupakan bagian dari rangkaian bencana akibat cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Tercatat puluhan kejadian bencana terjadi, mulai dari angin kencang, tanah longsor, hingga banjir luapan.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama pada bangunan yang sudah berusia tua.
