Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Kota Jakarta timur (Jaktim) meminta sejumlah seluruh satuan pendidikan memperkuat peran sekolah dalam mengedukasi budaya memilah sampah kepada peserta didik.

Upaya tersebut diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif sejak dini sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan perkotaan.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur, Kusmanto mengatakan kepala sekolah dan guru memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada para siswa.

“Kami meminta agar kepala sekolah dan guru menyosialisasikan pentingnya memilah sampah kepada para murid, sehingga budaya pengelolaan sampah dapat tertanam sejak di bangku sekolah,” kata Kusmanto pada Sabtu, (13/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan dunia pendidikan tidak hanya diukur dari proses belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam membentuk karakter serta kebiasaan baik peserta didik.

Sekolah Dinilai Punya Peran Strategis

Kusmanto menilai sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Di tengah tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di wilayah perkotaan, dunia pendidikan dinilai harus ikut terlibat dalam membangun kesadaran masyarakat sejak usia dini.

“Oleh karena itu, sekolah diharapkan dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang baik melalui edukasi dan praktik langsung di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebiasaan memilah sampah sejak dini dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun bagi pembentukan karakter generasi muda.

Bentuk Generasi Peduli Lingkungan

Menurut Kusmanto, edukasi mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik perlu menjadi bagian dari budaya sekolah yang diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui pendampingan guru dan tenaga pendidik, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), kebiasaan tersebut juga dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Perkuat Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua

Kusmanto juga mengajak seluruh pihak terkait untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam mendukung program pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu sekolah.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komite sekolah, dan orang tua menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sekaligus mendukung terbentuknya budaya positif di sekolah.

Ia berharap kerja sama seluruh pemangku kepentingan pendidikan dapat terus diperkuat agar tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui kebiasaan memilah sampah sejak dini.