sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menyiapkan transformasi besar dalam operasional kereta dengan menghadirkan Sistem Perjalanan KRL Menggunakan AI.

Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, serta keselamatan perjalanan kereta api di Indonesia.

Sistem Perjalanan KRL Menggunakan AI Bakal Diuji Coba

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa penerapan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi langkah penting untuk meninggalkan sistem manual yang selama ini digunakan.

“Selama ini kita menghitung perjalanan kereta masih dilakukan secara manual. Sementara di luar negeri, sistem tersebut sudah berbasis AI, sehingga lebih cepat dan lebih akurat,” ujar Bobby di Stasiun Tanah Abang, Rabu (15/4/2026).

Dalam mewujudkan Sistem Perjalanan KRL Menggunakan AI, KAI menggandeng sejumlah mitra teknologi seperti Huawei dan perusahaan infrastruktur digital SURGE.

Kerja sama ini mencakup pengembangan jaringan komunikasi berbasis 5G melalui sistem Future Railway Mobile Communication System (FRMCS), yang memungkinkan pengolahan data secara real-time.

Teknologi ini dinilai sangat penting untuk mendukung layanan KRL yang memiliki frekuensi perjalanan tinggi, sehingga gangguan dapat ditangani dengan cepat tanpa mengganggu jadwal kereta lainnya.

AI Mampu Atur Perjalanan Secara Otomatis

Bobby menjelaskan bahwa keunggulan utama dari Sistem Perjalanan KRL Menggunakan AI adalah kemampuannya dalam menganalisis situasi dan mengambil keputusan secara otomatis.

“Misalnya jika terjadi hambatan di lintasan, di luar negeri sistem langsung mengalihkan rute kereta menggunakan AI. Sementara saat ini kita masih mengandalkan cara manual. Ke depan, kita akan menuju sistem tersebut,” jelasnya.

Dengan sistem ini, pengaturan perjalanan seperti headway atau jarak antar kereta juga akan menjadi lebih presisi, sehingga dapat mengurangi kepadatan penumpang di stasiun.

Uji Coba di Rute Tanah Abang-Rangkasbitung

Pada tahap awal, Sistem Perjalanan KRL Menggunakan AI akan diuji coba di jalur Tanah Abang–Rangkasbitung atau Green Line.

Menurut Bobby, jalur ini dipilih karena masih memiliki sejumlah tantangan operasional yang perlu disempurnakan.

Jika uji coba berhasil, teknologi ini akan diterapkan secara luas di seluruh jaringan perkeretaapian nasional.

Selain meningkatkan efisiensi, penggunaan AI juga diyakini mampu mengurangi kesalahan manusia (human error) dalam operasional kereta.

“Kinerja operasional KAI dengan AI tentu akan meningkat. Prioritas kami ada tiga, yaitu menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja operasi, dan memperbaiki layanan kepada pelanggan,” kata Bobby.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini ketepatan waktu kereta sudah cukup baik dan akan semakin optimal dengan dukungan teknologi AI.

Tak hanya untuk operasional perjalanan, Sistem Perjalanan KRL Menggunakan AI juga akan diintegrasikan dengan sistem keamanan berbasis CCTV di sepanjang jalur kereta.

Menurut Bobby, seluruh kamera pengawas akan dilengkapi dengan teknologi otomatis berbasis AI untuk mendeteksi potensi kecelakaan, terutama di perlintasan sebidang.

“Sekarang seluruh CCTV akan dilengkapi sistem otomatis berbasis AI, sehingga diharapkan angka kecelakaan dapat ditekan,” ujarnya.