TKA SMP 2026 Resmi Dimulai 6 April, Cek Jadwal Lengkap dan Pembagian Sesinya!
HAIJAKARTA.ID- TKA SMP 2026 resmi dimulai 6 april, pelaksanaan ini akan berlangsung hingga 16 April 2026 dan ditujukan khusus bagi siswa kelas 9 sebagai bagian dari evaluasi capaian pembelajaran secara nasional.
TKA menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa secara menyeluruh, khususnya dalam aspek literasi dan numerasi yang menjadi fokus utama pendidikan saat ini.
Materi Ujian Dibagi Dua Hari
Pelaksanaan TKA dilakukan selama dua hari, dengan pembagian materi yang berbeda pada masing-masing harinya:
Hari Pertama:
- Fokus pada Matematika dan Numerasi
Hari Kedua:
- Fokus pada Bahasa Indonesia (Literasi)
- Setiap harinya, peserta juga akan mengikuti sesi tambahan berupa latihan soal dan survei.
Rincian Waktu Pelaksanaan
Berikut susunan kegiatan TKA setiap hari:
- 10 menit: Latihan soal
- 75 menit: Ujian utama (30 soal, gabungan soal pusat dan daerah)
- 20 menit: Survei (karakter atau lingkungan belajar)
Pada hari pertama, survei yang diikuti adalah survei karakter, sedangkan hari kedua diisi dengan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar).
Pembagian Sesi Ujian
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan, TKA dibagi ke dalam beberapa sesi waktu sebagai berikut:
Sesi 1
- WIB: 07.00 – 08.45
- WITA: 08.00 – 09.45
- WIT: 09.00 – 10.45
Sesi 2
- WIB: 09.15 – 11.00
- WITA: 10.15 – 12.00
- WIT: 11.15 – 13.00
Sesi 3
- WIB: 11.30 – 13.15
- WITA: 12.30 – 14.15
- WIT: 13.30 – 15.15
Sesi 4
- WIB: 13.45 – 15.30
- WITA: 14.45 – 16.30
- WIT: Tidak tersedia
Imbauan untuk Peserta
Dengan jadwal yang telah ditetapkan, para peserta diharapkan:
- Hadir tepat waktu sesuai sesi yang ditentukan
- Mempersiapkan diri secara optimal
- Memastikan kondisi fisik dan mental tetap prima
Pelaksanaan TKA ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif terhadap kemampuan akademik siswa sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Dengan dimulainya TKA SMP/MTs 2026, pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional berbasis kompetensi.
Siswa diharapkan dapat mengikuti ujian ini dengan serius, karena hasilnya tidak hanya mencerminkan kemampuan individu, tetapi juga menjadi indikator penting dalam pengembangan sistem pendidikan ke depan.
