Transjakarta Lakukan Penataan dan Pengecatan MCB Sepanjang Koridor 9, Guna Cegah Kecelakaan dan Sterilisasi Jalur


HAIJAKARTA.ID- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta telah menyelesaikan penataan Mobile Concrete Barrier (MCB) dan pengecatan ulang separator atau pembatas jalur busway di sepanjang Koridor 9 yang menghubungkan Pinang Ranti hingga Pluit.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan operasional bus Transjakarta sekaligus menjaga agar jalur khusus bus tetap steril dari kendaraan lain yang tidak berkepentingan.
Penataan ini juga menjadi langkah preventif untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas, terutama akibat kendaraan non-Transjakarta, termasuk kendaraan berat, yang menerobos atau menabrak pembatas jalur busway.
Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa penyelesaian pekerjaan pemeliharaan fisik tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan perjalanan sekaligus mempertahankan ketepatan waktu layanan.
Menurutnya, penataan MCB dan pengecatan ulang separator dilakukan untuk memastikan pembatas jalur busway dapat berfungsi secara optimal.
"Pengerjaan penataan MCB dan pengecatan ulang separator di Koridor 9 ini kami lakukan guna memastikan sterilisasi jalur busway tetap terjaga dengan baik. Dengan separator yang lebih jelas terlihat dan tertata rapi, potensi pelanggaran serta kecelakaan dapat diminimalisasi," ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Senin (2/11/2026).
Dengan kondisi pembatas yang lebih baik dan mudah terlihat, potensi pelanggaran lalu lintas maupun kecelakaan di sekitar jalur Transjakarta diharapkan dapat diminimalkan.
Pemeliharaan tersebut sekaligus bertujuan mengembalikan fungsi utama jalur busway sebagai jalur transportasi khusus yang tidak boleh digunakan oleh kendaraan pribadi maupun kendaraan umum lainnya.
Dalam proses peremajaan Koridor 9, terdapat sejumlah pekerjaan yang dilakukan. Pertama, penataan dan perbaikan konstruksi MCB melalui reposisi serta perbaikan beton pembatas di sejumlah titik rawan, khususnya lokasi yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat benturan kendaraan non-Transjakarta.
Kedua, pengecatan ulang separator di sepanjang koridor. Pekerjaan ini dilakukan untuk meningkatkan visibilitas pembatas jalan sehingga lebih mudah dikenali oleh pengendara, terutama ketika malam hari maupun saat kondisi cuaca buruk.
Upaya tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi kejadian kendaraan yang salah memasuki jalur busway.
Selain perbaikan fisik, Transjakarta dan Dishub DKI Jakarta turut meningkatkan perlengkapan keselamatan di sejumlah titik penting.
Fasilitas tambahan yang dipasang meliputi rambu petunjuk berupa chevron serta paku jalan bertenaga surya (solar-cell road studs).
Pemasangan perlengkapan tersebut berfungsi memberikan tanda peringatan lebih awal kepada pengguna jalan agar dapat mengenali batas jalur dan menghindari potensi kecelakaan.
Ayu menegaskan bahwa pemeliharaan infrastruktur jalur busway menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik.
Sterilisasi jalur khusus bus perlu terus diperhatikan agar perjalanan Transjakarta dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Melalui penataan dan peremajaan separator di Koridor 9, Transjakarta berharap risiko kendaraan menerobos jalur busway dapat ditekan.
Selain mendukung keselamatan penumpang dan pengemudi, langkah ini juga diharapkan membantu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat yang mengandalkan transportasi publik di Jakarta.
Dibuat otomatis oleh AI dan dapat keliru. Baca artikel lengkapnya di bawah.