sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Viral kondisi SMPN 48 Satap Gaikiudi Sikka NTT setelah video yang memperlihatkan bangunan sekolah rusak berat beredar luas di media sosial.

Sekolah yang berada di Desa Bu Selatan, Kecamatan Tanawawo, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu dilaporkan mengalami kerusakan parah usai diterpa angin kencang.

Dalam unggahan video, kondisi sekolah menunjukkan sebagian atap bangunan terlepas dan kayu penyangga patah. Akibatnya, ruang kelas berada dalam kondisi memprihatinkan dengan puing-puing kayu masih berserakan di dalam ruangan.

Meski bangunan rusak, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung. Dalam video yang beredar, para siswa terlihat duduk di lantai tanah tanpa meja dan kursi saat mengikuti pelajaran.

Bangunan Rusak, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan

Kerusakan pada sekolah tersebut disebut terjadi setelah angin kencang melanda wilayah setempat. Struktur atap yang terlepas membuat ruang kelas terbuka dan tidak lagi terlindungi secara maksimal.

Kayu penyangga yang patah tampak masih berada di dalam ruang kelas. Kondisi itu tidak menghentikan proses pembelajaran, di mana siswa tetap mengikuti pelajaran meski harus duduk langsung di atas tanah.

Diketahui, sekolah tersebut baru diresmikan pada Mei 2024 dan masih menggunakan material bambu dengan lantai tanah.

Hingga kini, belum ada informasi tambahan terkait langkah perbaikan maupun bantuan terhadap fasilitas sekolah tersebut.

Reaksi Warganet

Beredarnya video tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sebagian komentar bernada kritik terhadap kondisi fasilitas pendidikan yang dinilai memprihatinkan.

“Safe dunia pendidikan Indonesia” tulis akun @ajudanm***

Komentar tersebut menyiratkan sindiran terhadap kondisi sarana pendidikan yang masih jauh dari kata layak.

Ada pula warganet yang menyampaikan empati kepada para guru dan siswa yang tetap bersemangat di tengah keterbatasan fasilitas.

“Sending love untuk gurunya yg luar biasa dn adik2 yg semangat belajar” tulis @surpiaryadhar***

Selain itu, muncul juga komentar yang menyinggung prioritas kebijakan pendidikan.

“Mending makan gratis atau bangun sekolah layak?” tulis @patria_rat***