sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang pengawas tes kemampuan akademik (TKA) di SMP 6 PSKD, Kota Depok, diduga mengunggah gambar yang memperlihatkan soal TKA melalui akun Facebook.

Unggahan tersebut pertama kali mencuat melalui sebuah utas di media sosial Threads pada Selasa (14/4/2026), sehingga memicu perhatian dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Buntut Pengawas SMP di Depok Sebar Soal TKA di Media Sosial

Menanggapi viralnya kasus pengawas SMP di Depok sebar soal TKA, Kemendikdasmen disebut telah meminta agar pengawas yang bersangkutan diberikan sanksi tegas.

Tak hanya di Depok, beberapa pengawas dari daerah lain juga disebut mendapat perhatian serupa terkait dugaan pelanggaran saat pelaksanaan TKA.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran atas kejadian tersebut.

“Diketahui bahwa pengawas yang mengunggah foto ke media sosial itu bertugas sebagai proktor dan operator di sekolah,” ujar Wahid.

Ia juga menegaskan bahwa motif dari unggahan tersebut bukan untuk membocorkan soal.

“Motif dari aktivitas tersebut adalah untuk dokumentasi pribadi,” tegasnya.

Bukan Unggah Naskah Soal

Menurut Wahid, foto yang diunggah sebenarnya merupakan dokumentasi kegiatan siswa saat mengerjakan TKA.

Gambar diambil dari arah belakang sehingga memperlihatkan tampilan monitor komputer siswa.

“Bukan mengunggah foto soal atau naskah soal TKA,” ucapnya.

Meski demikian, kasus pengawas SMP di Depok sebar soal TKA tetap dianggap sebagai bentuk kelalaian karena memperlihatkan sebagian isi ujian.

Pengawas Sudah Dibina dan Minta Maaf

Lebih lanjut, Wahid menyampaikan bahwa pengawas yang bersangkutan telah diberikan pembinaan oleh pihak sekolah maupun dinas pendidikan.

“Terkait kejadian ini, yang bersangkutan sudah diberikan pembinaan, baik dari pihak sekolah maupun dari pihak dinas pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengawas tersebut juga telah menyadari kesalahannya.

Menurutnya, seluruh unggahan yang sempat viral kini sudah dihapus dari media sosial.

“Pembinaan merupakan salah satu bentuk tindakan untuk memastikan perilaku tersebut tidak terulang kembali,” tambah Wahid.