sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Suara angin kencang disertai hujan deras mendadak mengagetkan warga Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (2/5/2026).

Dalam hitungan menit, suasana yang awalnya biasa berubah menjadi kepanikan setelah atap rumah warga rusak diterjang angin.

Salah satu warga terdampak, Sartika (38) warga Kampung Bubulak, Bojong Kulur mengaku peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayahnya.

Saat dihubungi Sartika menuturkan detik-detik kejadian, angin kencang datang bersama dengan hujan hingga menyebabkan batang kayu jatuh menimpa atap rumahnya di bagian dapur.

“Pertama-tama hujan, ada batang kayu yang jatuh ke asbes. Lalu hujan itu membuat rumah banjir dan asbes itu bolong pada rusak ketika hujan datang,” kata Sartika saat dihubungi haijakarta.id pada Sabtu, (2/5/2026).

Ia menyebut terdapat dua lembar asbes rumahnya yang rusak akibat tertimpa batang kayu. Saat kejadian, ia mengaku merasa kaget, panik, dan cemas.

“Pas kejadiannya kaget, panik, cemas,” tuturnya.

Menurut Sartika, kondisi angin saat itu sangat kencang bahkan terasa seperti angin puting beliung.

“Iya, kayak puting beliung,” tambahnya.

Beberapa Rumah Rusak

Sementara itu secara terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogo, M. Adam Hamdani, mengatakan hujan deras disertai angin kencang tersebut mengakibatkan tiga unit rumah mengalami kerusakan.

“Hujan dengan intensitas deras disertai angin kencang mengakibatkan tiga unit rumah mengalami kerusakan,” kata Adam.

Ia menjelaskan, rumah yang terdampak berada di dua kampung berbeda. Satu rumah di Kampung Bubulak mengalami kerusakan sedang dan dihuni tujuh jiwa.

Sementara dua rumah di Kampung Bojong Kulur mengalami kerusakan ringan dengan total tiga jiwa.

“Di Kampung Bubulak satu unit rumah rusak sedang berisi tujuh jiwa, di Kampung Bojong Kulur dua unit rumah rusak ringan berisi tiga jiwa,” jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa, sebanyak tujuh warga dari rumah yang mengalami kerusakan sedang terpaksa menungsi ke tempat yang lebih aman.

“Di Kampung Bubulak korban mengungsi tujuh jiwa ke mes tempat bekerja di alamat yang sama,” ujarnya.

Butuh Penanganan Lanjutan

Hingga saat ini, rumah-rumah yang terdampak belum diperbaiki dan masih membutuhkan penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Seluruh rumah yang terdampak mengalami kerusakan pada bagian atap, butuh penanganan lanjut dari pihak terkait,” pungkas Adam.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.