sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Video waria baca doa berbuka puasa yang diselipi kata-kata tidak pantas viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Konten tersebut menuai kritik karena dianggap tidak menghormati nilai-nilai agama, terutama saat bulan Ramadan.

Sejumlah warganet menyayangkan beredarnya video tersebut. Banyak pihak juga meminta agar ada penjelasan dari pihak terkait terkait konten yang dinilai sensitif tersebut.

Waria Baca Doa Berbuka Puasa Diiringi Kata Kotor

Kapolres Bontang Widho Anriano melalui Kasat Reskrim Polres Bontang Randy Anugrah mengatakan bahwa pihak kepolisian langsung melakukan penelusuran setelah video waria baca doa berbuka puasa itu ramai diperbincangkan.

“Saat ini kami masih melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas yang bersangkutan,” ujar Randy saat dihubungi.

Polisi Temukan Pihak yang Terlibat

Tidak lama setelah penyelidikan dilakukan, polisi berhasil menemukan pihak yang diduga terlibat dalam pembuatan video waria baca doa berbuka puasa tersebut bersama dua rekannya.

Ketiganya kemudian dimintai klarifikasi terkait video yang telah viral di media sosial.

Kejadian ini menjadi perhatian publik karena konten tersebut dinilai menyinggung perasaan sebagian masyarakat, khususnya umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Klarifikasi Permintaan Maaf

Menanggapi polemik yang muncul, pihak yang diduga terlibat dalam video tersebut akhirnya menyampaikan klarifikasi secara terbuka.

Klarifikasi berdurasi sekitar satu menit itu dilakukan dengan didampingi perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bontang serta pihak kepolisian.

Dalam pernyataan tersebut, mereka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang terjadi akibat video waria baca doa berbuka puasa yang mereka buat.

“Atas video yang telah membuat gaduh di Bontang, kami bertiga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan kami yang telah membuat video tersebut. Kami berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut di kemudian hari. Bila kami mengulangi kembali, kami siap diproses secara hukum,” ujar pihak yang memberikan klarifikasi.

Meski klarifikasi telah disampaikan, video waria baca doa berbuka puasa tersebut sudah terlanjur menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Pihak kepolisian dan tokoh masyarakat mengingatkan publik agar lebih berhati-hati dalam membuat maupun menyebarkan konten di internet, khususnya yang berkaitan dengan isu sensitif seperti agama.

Reaksi Netizen

Video ini juga menarik banyak simpatik dari warganet dan memenuhi kolom komentar.

“Astaghfirullah sakit hati banget dengernya,” tulis @y4y****

” Itu yang divideo tolong diproses juga sesuai aturan yang berlaku,” ujar @ad*****

“Kenapa mesti diketawain sih, apanya yang lucu,” tanya @fiah_f*****