sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang wartawan berinisial AA diduga menjadi korban penculikan, kekerasan, dan pemerasan oleh komplotan pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi di kawasan Bekasi.

Peristiwa ini viral di media sosial setelah beredar video yang memperlihatkan korban dalam kondisi lemah di dalam ambulans mengenakan baju kaos berwarna putih.

Berdasarkan informasi yang beredar, kejadian bermula pada Jumat, (20/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, korban berada di depan gerbang BTR 7 sebelum didatangi oleh 4 pelaku. Mereka kemudian menodongkan senjata dan memaksa korban masuk ke dalam mobil.

Wartawan di Bekasi Diculik Ditodong Senjata, Mata Dilakban

Korban disebut dibawa menggunakan mobil Honda Brio merah tanpa pelat nomor. Selama di dalam kendaraan, korban mengalami kekerasan fisik, matanya dilakban, serta dipaksa menyerahkan uang miliknya.

Tak hanya uang tunai sebesai Rp 13 juta yang dirampas, pelaku juga menguras saldo rekening korban melalui mobile banking. Dalam kondisi tak berdaya, korban terus mendapat perlakukan kasar hingga akhirnya dibuang di kawasan Grand Wisata, Kabupaten Bekasi.

Korban kemudian ditemukan oleh petugas keamanan setempat dalam kondisi tergeletak dan mengalami sesak napas. Kemudian, ia segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Kabid Humas Polda Metro jaya, Budi Hermanto membenarkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut.

“Terkait dugaan pemerasan, kami sampaikan bahwa Satreskrim Polres Metro Bekasi bersama Polsek Setu telah bergerak cepat melakukan pengecekan dan pendalaman atas informasi tersebut,” kata Budi pada Selasa, (31/3/2026).

Polisi juga telah melakukan upaya jemput bola dengan menemui korban di kawasan Grand Wisata pada Minggu, (29/3/2026) setelah sebelumnya menelusuri keberadaanya ke rumah sakit dan alamat keluarganya.

Menurut keterangan awal, korban mengalami kekerasan setelah dibawa ke dalam kendaraan oleh para pelaku, sebelum akhirnya diturunkan kembali di wilayah Grand Wisata.

“Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, peristiwa itu diduga terjadi pada Jumat 20 Maret 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, saat korban berada di depan gerbang BTR 7,” katanya.

Ia juga mengatakan jika korban sempat diberikan perawatan medis setelah kejadian.

“Setelah kejadian, korban diturunkan di wilayah Grand Wisata dan sempat mendapatkan perawatan medis,” ucapnya.

Identitas Pelaku Diselidiki

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku. Sejumlah lagkah telah dilakukan, mulai dari pengecekan lokasi kejadian, mencari saksi, hingga menelusuri rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara.

“Satreskrim Polres Metro Bekasi dan Polsek Setu terus bekerja secara profesional dan objektif. Karena korban masih dalam kondisi trauma, pemeriksaan dilakukan secara bertahap agar proses penanganan berjalan cermat dan akurat,” jelasnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap waspada terhadap modus kejatahan yang mengatasnamakan aparat penegak hukum.