sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyediakan lahan seluas sekitar 5 hektare untuk mendukung operasional di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Langkah ini diambil sebagai upaya mencegah terulangnya kemacetan parah yang sempat terjadi usai Lebaran 2025.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, kebijakan ini merupakan hasil evaluasi dari pengalaman sebelumnya, ketika lonjakan aktivitas pelabuhan tidak diimbangi dengan ketersediaan lahan parkir.

“Belajar dari pengalaman setelah Lebaran yang lalu ketika terjadi kemacetan horor di Tanjung Priok, maka pemerintah DKI Jakarta bersama dengan Pelindo,” kata Pramono pada Selasa, (31/3/2026).

Pemprov DKI kemudian menyediakan lahan di Terminal Tanah Merdeka untuk digunakan sebagai area parkir tambahan bagi kendaraan logistik.

“Pemerintah DKI Jakarta memberikan ruang kepada Pelindo kurang lebih 5 hektare di Terminal Tanah Merdeka untuk tempat parkirnya, supaya tidak seperti yang lalu,” jelasnya.

Pemprov DKI Sediakan Lahan Parkir Raksaksa, Tampung Ratusan Kontainer

Pramono menjelaskan, keterbatasan lahan parkir sebelumnya menjadi salah satu penyebab utama kemacetan panjang di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Saat aktivitas meningkat tajam, kendaraan logistik menumpuk hingga menyebabkan kepadatan ekstrem.

“Karena ada kenaikan aktivitas di pelabuhan, sementara tempat parkirnya tidak ada dan kemudian menyebabkan kemacetan horor seperti tahun yang lalu,” katanya.

Dengan adanya tambahan lahan tersebut, area parkir kini mampu menampung sekitar 200 kontainer. Hal ini dinilai efektif untuk mengurai antrean kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan.

“Di tempat itu kurang lebih bisa nampung 200 kontainer,” kata Pramono.

Digunakan Gratis

Selain menyediakan lahan, Pemprov DKI juga menggratiskan penggunaan area tersebut bagi pihak Pelindo. Kebijakan ini diambil untuk menghindari kerugian ekonomi yang lebih besar akibat kemacetan.

“Untuk itu kami juga menggratiskan kepada Pelindo karena memang biaya kalau kemudian harus ada kemacetan yang seperti tahun lalu itu cost-nya terlalu tinggi sekali,” jelasnya.

Pramono menambahkan, hingga saat ini kondisi lalu lintas di kawasan pelabuhan pascalebaran tahun ini terpantau lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah sampai hari ini, sampai sekarang ini setelah lebaran Idulfitri, aktivitas di Tanjung Priok berjalan dengan baik dan normal,” pungkasnya.