sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mereskikan dua embung baru di wilayah Jakarta Selatan, yakni Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah.

Keduam embung tersebut diyakini mampu membantu mengurangi potensi genangan hingga 10-20 persen di kawasan sekitar.

“Termasuk untuk Embung Pemuda 1 Srengseng Sawah dan Embung Jagakarsa, karena ini catchment-nya akan mengurangi debit atau banjir di lokasi setempat antara 10 sampai 20 persen,” kata Pramono pada Selasa, (19/5/2026).

Pramono Soroti Pentingnya Perawatan Embung

Dalam kesempatan itu, Pramono menekankan pentingnya perawatan infastruktur agar fungsi pengendalian air tetap berjalan optimal. Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya membangun, tetapi juga menjaga fasilitas yang telah dibuat.

“Sehingga penanganannya betul-betul harus dilakukan secara baik. Jangan kemudian kita bisa membangun tetapi tidak bisa merawat. Salah satu problem kita adalah hal yang berkaitan dengan merawat apa yang kita bangun,” ucapnya.

Ia meminta jajaran terkait melakukan pemeliharaan rutin terhadap Embung Jagakarsa dan Embung Pemuda 1 agar kapasitas tampung dan fungsi pengendalian banjir tetap maksimal.

“Untuk Embung Jagakarsa dan kemudian Srengseng Sawah, saya minta betul maintenance-nya dilakukan secara baik,” imbuhnya.

Embung Jagakarsa dan Srengseng Sawah Jadi Infastruktur Pengendali Banjir

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar menjelaskan Embung Jagakarsa mulai dibangun sejak 2023 dan dilanjutkan dengan pembangunan lanskap pada 2025.

Embung tersebut memiliki kapasitas tampung air sebesar 13.692 meter kubik dengan luas catchment area mencapai 561 hektare.

Sehingga memiliki fungsi mengurangi genangan di wilayah RW 05 dan RW 06 Kelurahan Lenteng Agung sekaligus mengurangi debit air dari Kali Mampang menuju Kali Krukut.

“Embung ini memiliki kapasitas tampung air sebesar 13.692 meter kubik dengan luas catchment area mencapai 561 hektare,” ujar Anwar.

Sedangkan Embung Pemuda 1 mulai dibangun pada 2024 dan lanskapnya diselesaikan pada 2025. Embung tersebut memiliki kapasitas tampung mencapai 34.872 meter kubik dan luas catchment area sebesar 374,73 hektare.

“Embung ini menjadi salah satu infrastruktur vital dalam sistem pengendalian air di wilayah Jakarta Selatan,” katanya.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir dan konservasi air, kedua embung juga dirancang menjadi ruang terbuka hijau dan fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan warga untuk bermain, berolahraga, hingga berekreasi.

“Keberadaan kedua embung ini tidak hanya memiliki fungsi teknis sebagai sarana pengendali banjir dan genangan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana konservasi air, ruang terbuka hijau, serta fasilitas publik yang damat dimanfaatkan masyarakat untuk bermain, berekreasi, dan berolahraga,” jelasnya.