sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menaggapi masih adanya praktik pungkutan liar (pungli) paarkir di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan, meski pengelolaan parkir telah diambil alih oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Pramono mengatakan persoalan tersebut akan menjadi tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang baru, yakni Budi Awaluddin, yang resmi menjabat mulai 1 Juni 2026.

“Ini menjadi tugas Kadishub yang baru yang ada depan kalian semua (pak Budi),” kata Pramono pada Selasa, (19/5/2026).

Ia juga menjelaskan utamanya untuk menyelesaikan persoalan parkir liar yang terdapat di wilayah Blok M.

“Salah satu tugas utamanya adalah menyelesaikan persoalan parkir liar yang ada di Blok M. Jadi kalau enggak bisa diselesaikan, komplain Pak Budi, langsung di depan Pak Budi,” lanjutnya.

Pengunjung Masih Keluhkan Pungli di Area Parkir

Sebelumnya, pengunjung Blok M Square masih mengeluhkan adanya pungutan liar di area parkir meski sistem parkir kini sudah dikelola oleh Dishub DKI Jakarta.

Berdasarkan pantaian di lokasi pada Kamis, (14/5/2026), sistem portal otomatis masih digunakan untuk kendaraan yang masuk ke area parkir. Pengunjung juga menerima karcis parkir dari mesin otomatis seperti biasa.

Di beberapa titik area parkir, terlihat sejumlah petugas berseragam kemeja putih dan celana hitam berjaga sambil mengatur arus keluar masuk kendaraan. Mereka membantu mengarahkan mobil yang hendak parkir maupun keluar dari area tersebut.

Namun, selain petugas resmi, tampak pula beberapa pria tanpa beratribut berada di sekitar lokasi parkir. Mereka terlihat membantu mengatur posisi kendaraan dan memberi aba-aba kepada pengendara yang hendak memarkirkan mobil.

Beberapa pengunjung juga terlihat memberikan uang kepada pria-pria tersebut usai dibantu memarkirkan kendaraan atau keluar dari area parkir.

Pengunjung Mengaku Tak Nyaman

Salah seorang pengunjung bernama Rian (37) mengaku praktik semacam itu masih sering terjadi dan membuat pengunjung merasa tidak nyaman.

“Memang enggak maksa terang-terangan, tapi bikin enggak enak kalau enggak ngasih, harusnya kan parkir di gate keluar doang, tapi masih ada yang minta lagi di dalam,” ungkap Rian saat ditemui di Blok M, Kamis.