BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Jabodetabek 20-21 Mei 2026, Jakarta Masuk Status Waspada!
HAIJAKARTA.ID- BMKG keluarkan peringatan cuaca Jabodetabek 20-21 Mei 2026, Jakarta masuk status waspada!
Sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan sekitarnya ditetapkan dalam status waspada akibat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi.
Berdasarkan informasi BMKG, wilayah yang masuk kategori waspada pada 20 Mei 2026 meliputi Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, hingga Kabupaten Bogor.
Potensi hujan diperkirakan dapat memicu genangan air, luapan sungai, hingga longsor di sejumlah titik rawan.
BMKG menyebutkan, meski terdapat potensi hujan sedang hingga lebat, untuk kategori siaga maupun awas masih nihil.
Artinya, belum terdapat potensi hujan ekstrem yang diprediksi menimbulkan dampak besar secara meluas pada periode tersebut.
Potensi Hujan Masih Berlanjut pada 21 Mei 2026
Memasuki 21 Mei 2026, status waspada masih diberlakukan di beberapa wilayah Jabodetabek.
Area yang diperkirakan masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat antara lain Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, dan Kabupaten Bogor.
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak cuaca buruk, terutama di kawasan yang rawan banjir, genangan, dan longsor.
Menurut BMKG, dampak hidrometeorologi pada level waspada umumnya berupa genangan air, luapan saluran air maupun sungai, serta longsor yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
Sementara itu, apabila kondisi meningkat ke level siaga, potensi dampaknya dapat berupa banjir, banjir bandang, hingga longsor yang berdampak pada layanan publik dan infrastruktur.
Adapun pada level awas, bencana hidrometeorologi berpotensi menyebabkan gangguan besar seperti kerusakan infrastruktur signifikan, lumpuhnya layanan publik, serta ancaman terhadap keselamatan warga.
BMKG Imbau Warga Pantau Informasi Cuaca Terkini
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi pemerintah maupun aplikasi cuaca resmi BMKG.
Langkah antisipasi dinilai penting guna meminimalkan risiko saat terjadi hujan lebat maupun cuaca ekstrem.
Warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor diminta lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika berkendara saat hujan deras.
Selain itu, masyarakat diimbau memastikan saluran drainase di lingkungan sekitar tetap bersih agar aliran air tidak tersumbat ketika curah hujan meningkat.
Sejumlah Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Diguyur Hujan
Dalam beberapa hari terakhir, BMKG juga melaporkan adanya potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia akibat kondisi atmosfer yang masih cukup aktif.
Fenomena tersebut menyebabkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi di berbagai daerah.
Kondisi cuaca yang berubah cepat membuat masyarakat diminta tidak mengabaikan informasi peringatan dini yang dikeluarkan BMKG, terutama bagi warga yang berada di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Jabodetabek.

