Pengakuan Pria Viral Palak Sopir Bajaj di Tanah Abang, Ngaku Hanya Minta Rp 2 Ribu
HAIJAKARTA.ID – Pengakuan pria yang viral diduga memalak sopir bajaj di kawasan Tanah Abang yang dinarasikan memalak hingga Rp 100 ribu perhari akhirnya terungkap.
Dalam video yang dilihat oleh haijakarta.id pada Senin, (13/4/2026), pria tersebut memberikan pernyataan dan klarifikasi dari Polsek Metro Tanah Abang yang telah mengamankannya.
Dalam keterangannya, pria tersebut mengakui bahwa dirinya adalah sosok dalam video yang viral di media sosial.
“Iya Pak, betul pak. Itu kejadianya sekitar seminggu sebelum lebaran pak,” katanya dalam keterangan, Senin (13/4/2026).
Ia juga mengaku baru mengetahui bahwa aksinya tersebut menjadi viral baru-baru ini.
“Baru tau kemaren sih pak,” ucapnya.
Bantah Tuduhan Minta Rp 100 Ribu per Hari
Pria tersebut turut meluruskan tuduhan dalam video sebelumnya yang menyebut dirinya meminta uang hingga Rp 100 ribu per hari dari sopir bajaj.
“Nggak pak itu ga betul semua pak, pada saat itu saya minta cuma 2 ribu pak,” katanya.
Terkait ancaman seperti diteriaki maling hingga perusakan bajaj jika tidak diberi uang, ia juga membantah tudingan tersebut.
“Itu dilebih-lebihkan pak sama tukang bajaj pak” katanya, terkait pemaksaan, ia juga mengatakan jika dalam melakukan aksi tersebut tidak ada paksaan “Nggak pernah pak,” tambahnya.
Ia juga menegaskan tidak pernah mematok tarif dalam aksinya.
“Enggak pernah di tarifin pak, seribu, dua ribu saya ambil pak,” jelasnya.
Beraksi Sendiri, hingga Penghasilan Harian
Dalam pengakuannya, pria tersebut menyebut dirinya melakukan aksi tersebut hanya seorang diri.
“Saya sendiri doang pak gak pernah sama temen-temen pak, iya pak (muterin jalan pak ogah),” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengungkapkan jumlah uang yang diperoleh dalam sehari hanya mencapai Rp 100 ribu.
“Sehari sekitar 90 sampe seratus ribu,” ucapnya.
Penghasilan tersebut, ia mengatakan untuk anak dan istrinya.
“Buat kasi anak bini pak,” tambahnya.
Ia juga kembali menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam aksinya.
“Nggak ada pak,” katanya.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Pria tersebut juga menyampaikan klarifikasi secara langsung kepada sopir bajaj, terutama mengenai tarif yang ia minta.
“Buat abang sopir bajaj, saya gak minta seratus ribu ya saya cuma minta dua ribu, dan itu juga gak maksa,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Ia juga meminta kepada pihak yang menyebarkan videonya agar men take down video tersebut agar tidak adanya terjadi kesalah pahaman lagi.
“Buat kaka yang punya akun, yang viralin tolong di take down videonya biar gak salah sangka, jangan di lebih-lebihkan juga narasinya. Saya juga udah mengakui kesalahan, dan tidak akan mengulanginya lagi,” tutupnya.
Polisi Ungkap Proses Penangkapan
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah melalui proses penyelidikan.
“Jadi kita lidik dulu, kita baket kita tanya-tanya di tempat kejadian kita kumpulin baketnya, udah ke kumpul lanjut kita mengarah ke rumahnya,” kata salah satu petugas kepolisian.
“Dan nyampe ke rumahnya ternyata rumahnya itu rumah neneknya, dan lanjut dia ternyata udah nikah dan kita ke kontrakannya, di kontrakannya kita ketemu istrinya tapi di kontrakannya ga ada, untungnya di komperatif dia kembali ke rumah neneknya. Dan dari pihak keluarga menghubungi kita bahwa untuk diduga pelaku sudah ada dirumah nya. Akhirnya kita kesana kita jemput secara baik-baik, secara prosedur akhirnya tersangka pun komperatif untuk mengikuti prosesnya,” jelasnya.
Reaksi Warganet
Video pengakuan tersebut juga telah viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet.
Sebagian mempertanyakan pengakuan pelaku, sementara lainnya menyoroti praktik pemalakan yang sebelumnya ramai diperbincangkan di kawasan Tanah Abang.
“Yang namanya malak tetep salah tidak di benerkan…” tulis akun @rifk***
“Klo lu mau klarifikasi lu ajak tukang bajaj dan penumpang nya juga.. biar jelas ngak memihak kesan nya,” tulis akun @robiansy***

