sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Seorang sopir taksi listrik Green SM banyak menjadi perhatian usai insiden tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Bekasi Timur pada Senin malam.

Kecelakaan tersebut diduga bermula dari sebuah taksi listrik yang mogok di perlintasan rel, sehingga memicu rangkaian kejadian fatal.

Kronologi Sopir Taksi Listrik Green SM Mogok di Perlintasan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan yang dikemudikan sopir taksi listrik Green SM tiba-tiba tidak dapat bergerak saat berada di atas rel.

Mobil tersebut dilaporkan berhenti cukup lama di lintasan, tepatnya di kawasan Jalan Ampera, Bekasi Timur.

Sang sopir sempat berupaya mengevakuasi kendaraannya dengan mendorong mobil keluar dari rel, bahkan dibantu oleh warga sekitar.

Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena sistem kendaraan terkunci.

“Saya sudah mencoba mendorong mobil, tapi tidak bisa bergerak saat berada di rel,” ujar sang sopir dalam pengakuannya.

KRL Tabrak Taksi

Akibat kondisi tersebut, KRL yang melintas tidak dapat menghindari tabrakan dengan mobil yang dikemudikan sopir taksi listrik Green SM.

Benturan tersebut membuat KRL berhenti mendadak di jalur rel.

Tidak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang berada di jalur yang sama menghantam bagian belakang KRL.

“Kereta Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL yang berada di depannya,” demikian keterangan yang dihimpun dari sumber terkait.

Dampak tabrakan ini menyebabkan kerusakan pada bagian belakang KRL, termasuk gerbong khusus perempuan.

Korban Jiwa Berjatuhan

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa insiden ini mengakibatkan korban jiwa.

“Jumlah korban dalam kecelakaan kereta tadi malam, sebanyak 7 orang meninggal dunia,” ujarnya.

Selain itu, puluhan korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan.

“Korban luka yang dirawat mencapai 81 orang,” katanya.

Tanggapan KAI

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula dari gangguan di jalur akibat kendaraan yang berada di perlintasan.

Ia menyebut kendaraan tersebut merupakan taksi listrik milik Green SM Indonesia.

“Ada taksi yang mengenai KRL di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal, sehingga KRL terhenti,” jelas Franoto.

Ia menambahkan bahwa saat KRL berhenti, kereta lain dari belakang tidak sempat menghindar.

“Ketika KRL berhenti, di belakangnya terdapat Kereta Argo Bromo yang kemudian menabrak,” ujarnya.