sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Hujan deras 2 mei 2026 picu banjir di Jaksel kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Kali ini, sebanyak 12 rukun tetangga (RT) di kawasan Jakarta Selatan dilaporkan terdampak genangan air.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, banjir terjadi di Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru.

Ketinggian air di lokasi tersebut tercatat mencapai sekitar 20 sentimeter. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Selain itu, meluapnya aliran Kali Krukut turut memperparah kondisi genangan di kawasan tersebut.

“Curah hujan yang tinggi serta luapan Kali Krukut menjadi faktor utama terjadinya genangan di beberapa wilayah Jakarta Selatan,” ujar Yohan.

Petugas Dikerahkan, Sistem Drainase Dioptimalkan

Menanggapi kondisi ini, BPBD DKI Jakarta langsung mengerahkan personel ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan pemantauan serta penanganan cepat.

Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah instansi terkait seperti Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Langkah-langkah penanganan yang dilakukan meliputi penyedotan air, pembersihan saluran air, serta memastikan sistem drainase berfungsi dengan optimal agar genangan dapat segera surut.

Upaya ini diharapkan mampu meminimalisasi dampak banjir, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan.

Warga Diminta Tetap Waspada

BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Dalam situasi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan panggilan cepat 112 yang tersedia selama 24 jam secara gratis.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” tambah Yohan.

Banjir Masih Jadi Ancaman Musiman Jakarta

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa banjir masih menjadi persoalan klasik di Jakarta, terutama saat curah hujan tinggi dan kapasitas aliran sungai tidak mampu menampung debit air.

Sebelumnya, beberapa wilayah lain di Jakarta juga dilaporkan mengalami banjir dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik.

Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta tidak hanya menyebabkan genangan sementara, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas warga.

Penanganan cepat dari pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengurangi risiko yang lebih besar.

Namun demikian, kesiapsiagaan masyarakat tetap menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih kerap terjadi di ibu kota.