Pramono Anung Bakal Benahi Kawasan Kumuh Tanah Abang, Gandeng APBD hingga CSR!
HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana melakukan penataan secara menyeluruh di sejumlah kawasan permukiman yang berada di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Penataan tersebut mencakup kawasan Kampung Bali, Kebon Kacang, Kebon Melati, serta sejumlah wilayah lain di sekitar Tanah Abang yang dinilai masih membutuhkan pembenahan.
Pramono menilai kondisi sejumlah permukiman di kawasan tersebut masih belum tertata dengan baik. Padahal, lokasi Tanah Abang berada di kawasan strategis Jakarta dan tidak jauh dari pusat pemerintahan.
Menurut Pramono, terdapat ruas kawasan dengan panjang sekitar 2,3 kilometer yang selama puluhan tahun belum mendapatkan penanganan secara optimal.
Ia juga menyoroti kondisi kepadatan hunian di kawasan tersebut. Dalam beberapa rumah, jumlah penghuni disebut dapat mencapai 15 orang dengan pola tidur yang harus dibagi dalam beberapa giliran.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemprov DKI Jakarta ingin melakukan pembenahan kawasan secara lebih menyeluruh, bukan hanya memperbaiki aspek fisik lingkungan.
Penataan Meliputi Sungai hingga Sanitasi
Rencana penataan tidak hanya menyasar rumah dan lingkungan permukiman, tetapi juga kondisi sungai serta fasilitas sanitasi masyarakat.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah keberadaan bangunan yang berdiri di atas aliran sungai.
Pemprov DKI akan melakukan penataan terhadap kondisi tersebut sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan.
Pembenahan juga mencakup pembangunan turap atau sheet pile di sisi kanan dan kiri sungai. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat membantu memperkuat bagian tepi sungai sekaligus mendukung penataan kawasan di sekitarnya.
Selain itu, persoalan sanitasi menjadi perhatian dalam rencana pembenahan. Pemprov DKI akan memperbaiki sistem sanitasi, termasuk septic tank yang selama ini masih ditemukan terhubung langsung dengan aliran kali.
Fasilitas umum yang berada di atas atau berdekatan dengan aliran air juga akan menjadi bagian dari penataan.
Sejumlah bangunan seperti musala dan masjid akan ditata agar keberadaannya tidak mengganggu fungsi aliran sungai.
Penataan Tidak Hanya Mengandalkan APBD
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan beberapa sumber pembiayaan.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta akan menjadi salah satu sumber pendanaan.
Selain itu, pemerintah juga membuka peluang penggunaan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Sumber pendanaan lain yang dapat mendukung proses pembangunan juga akan dipertimbangkan dalam pelaksanaan penataan kawasan.
Dengan skema pembiayaan tersebut, Pemprov DKI berharap pembenahan kawasan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur saja.
Pramono Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga
Pramono menegaskan bahwa penataan kawasan Tanah Abang tidak diarahkan untuk menggusur masyarakat yang selama ini tinggal di lokasi tersebut.
Menurut dia, pendekatan yang digunakan adalah memperbaiki kawasan dan meningkatkan kualitas lingkungan tanpa menghilangkan keberadaan masyarakat yang sudah bermukim di sana.
Pemerintah akan berupaya melakukan penataan terhadap lingkungan, hunian, sanitasi, hingga fasilitas umum agar kawasan tersebut menjadi lebih layak dan tertata.
Pramono menyebut konsep penataan di Tanah Abang nantinya diharapkan dapat menjadi contoh atau role model bagi pembenahan kawasan lain di Jakarta.
“Prinsipnya adalah menata kawasan, kita tidak menggusur masyarakatnya, tetapi melakukan perbaikan dan ini akan menjadi role model Jakarta pembenahan di kemudian hari,” ujar Pramono.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus memperbaiki lingkungan di wilayah yang berada di kawasan strategis Ibu Kota.

