Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Bekasi mengajak para pedagang pasar tradisional untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap mampu bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat.

Langkah tersebut juga dinilai penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Hasbi Asidik usai terpilih sebagai Ketua DPD APPSI Kabupaten Bekasi periode 2026-2031 dalam musyawarah daerah yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus di Cikarang, Kabupaten Bekasi pada Senin, (22/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari 15 komisariat pasar tradisional serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

APPSI Bekasi Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional demi Hadapi Persaingan Modern

Hasbi menegaskan digitalisasi saat ini bukan lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dihadapi seluruh pedagang pasar tradisional agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial melainkan amanah besar untuk mengawal kebangkitan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bekasi. Sebagai tulang punggung ekonomi daerah, pedagang pasar tradisional harus diberdayakan agar mampu bersaing di era modern dan digitalisasi,” kata Hasbi dikutip Selasa, (23/6/2026).

Ia memastikan APPSI Kabupaten Bekasi akan fokus memperjuangkan kepentingan pedagang sekaligus mendorong terwujudnya pasar tradisional yang lebih maju, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

APPSI Siap Perjuangkan Kepentingan Pedagang

Menurut Hasbi, APPSI berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak pedagang serta menjembatani aspirasi kepada pemerintah daerah.

Selain itu, organisasi tersebut juga akan mendorong peningkatan fasilitas pasar tradisional agar lebih aman, nyaman, dan memiliki daya saing yang lebih baik.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas, memajukan pedagang lokal dan menciptakan pasar rakyat yang bersig, sehat serta sejahtera,” katanya.

Pemkab Bekasi Soroti Penataan Pasar Tradisional

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin berharap kepengurusan baru APPSI dapat terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah demi memajukan pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Semoga kepengurusan baru ini mampu menjalankan amanah dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pasar tradisional dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bekasi. Keberadaan APPSI penting untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tradisional agar semakin berkembang dan mampu bersaing,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penataan pasar tradisional, mulai dari aspek keamanan, instalasi listrik, kebersihan, hingga pencegahan kebakaran.

Selain itu, pemerintah daerah juga mempertimbangkan kajian terkait pengaturan jarak antara pasar tradisional dan jaringan ritel modern guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan.

“Ini menjadi masukan yang baik bagi pemerintah daerah. Ke depan penataan pasar harud dilakukan secara komprehensif sehingga pasar tradisional tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah arus globalisasi serta persaingan usaha yang semakin ketat,” ucapnya.

Sejumlah Pasar Raih Penghargaan

Dalam kegiatan tersebut, APPSI Kabupaten Bekasi juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak atas kontribusi dalam pengembangan pasar tradisional.

Pasar Induk Cibitung mendapat penghargaan atas program kemitraan penyediaan bahan pokok untuk dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pasar KUD Permatasari diapresiasi karena berhasil mengintegrasikan pemberdayaan pedagang dengan tata kelola koperasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota.

Sementara itu, Pasar Cikarang menerima penghargaan atas dukungan terhadap percepatan program penataan dan revitalisasi pasar.

Adapun Pasar Lemahabang dinobatkan sebagai pelopor digitalisasi pasar berkat penerapan sistem digital, percepatan legalisasi instalasi listrik, serta penerapan standar mitigasi kebakaran yang memadai.