Geger! Jasad Bayi Ditemukan Mengapung di Irigasi Sawah Malang, Polisi Selidiki Pelaku Pembuangan
HAIJAKARTA.ID – Warga Desa Sukonolo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan jasad bayi yang mengapung di saluran irigasi persawahan. Polisi kini melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan, penemuan itu bermula ketika warga mencium bau menyengat di sekitar area persawahan pada Kamis, (2/7/2026).
Setelah ditelusuri, sumber bau diketahui berasal dari jasad seorang bayi yang mengapung di saluran irigasi.
“Saksi kemudian menemukan sesosok bayi laki-laki mengapung di saluran irigasi. Penemuan itu langsung dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Bululawang untuk dilakukan penanganan,” kaya Budiono pada Sabtu, (4/7/2026).
Jasad Bayi Dievakuasi ke Rumah Sakit
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Bululawang bersama Satreskrim Polres Malang dan petugas Puskesmas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, bayi yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh sekitar 25 sentimeter. Polisi juga mendapati tali pusar bayi masih menempel.
“Hasil pemeriksaan awal, bayi berjenis kelamin laki-laki dengan panjang tubuh sekitar 25 sentimeter dan tali pusar masih menempel. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Kanjuruhan untuk dilakukan pemeriksaan medis sebagai bagian dari proses penyelidikan,” ujar Budiono.
Polisi Telusuri Identitas Orang Tua Bayi
Saat ini kepolisian masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi dan melakukan pendalaman di sekitar lokasi penemuan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi.
Selain itu, hasil pemeriksaan medis terhadap jasad bayi akan menjadi salah satu dasar dalam proses penyelidikan.
“Saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan dari para saksi, melakukan pendalaman di sekitar lokasi penemuan, serta menunggu hasil pemeriksaan medis. Semua temuan akan menjadi bagian dari proses penyelidikan guna mengungkap secara utuh peristiwa tersebut,” pungkas Budiono.

