Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Harga tiket masuk Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali menjadi sorotan.

Sejumlah pihak menilai biaya yang harus dikeluarkan pengunjung untuk menikmati pameran tahunan tersebut semakin sulit dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga memunculkan perdebatan mengenai apakah Jakarta Fair masih layak disebut sebagai pesta rakyat.

Ketua Koalisi Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, menilai penyelenggaraan Jakarta Fair yang selama ini identik dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta mulai kehilangan aksesibilitas bagi sebagian kalangan masyarakat.

Menurutnya, tarif tiket masuk yang berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000 per orang cukup memberatkan, terutama bagi keluarga yang datang bersama.

“Harga tiket berkisar antara Rp40.000 hingga Rp60.000 per orang, bahkan bisa lebih mahal lagi jika ditambah tiket konser dan berbagai fasilitas lainnya. Ini jelas memberatkan rakyat kecil,” ujar Sugiyanto.

Biaya Kunjungan Keluarga Bisa Tembus Ratusan Ribu Rupiah

Sugiyanto mencontohkan, sebuah keluarga yang terdiri dari empat hingga lima orang harus menyiapkan dana ratusan ribu rupiah hanya untuk membeli tiket masuk.

Angka tersebut belum termasuk biaya transportasi, parkir, makanan, minuman, hingga belanja produk yang ditawarkan oleh para peserta pameran.

Menurutnya, kondisi ini membuat sebagian masyarakat mulai memandang Jakarta Fair bukan lagi sebagai pesta rakyat yang dapat dinikmati seluruh lapisan warga.

“Biaya masuk saja sudah mencapai ratusan ribu rupiah untuk satu keluarga. Belum lagi kebutuhan lain selama berada di lokasi,” katanya.

Rincian Harga Tiket Jakarta Fair 2026

Berdasarkan informasi resmi penyelenggara, Jakarta Fair Kemayoran 2026 berlangsung mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

Harga tiket masuk tahun ini tidak mengalami perubahan dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Berikut rincian harga tiket masuk reguler tanpa konser:

  • Senin: Rp40.000
  • Selasa–Jumat: Rp50.000
  • Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional: Rp60.000

Selain tiket reguler, tersedia pula tiket bundling yang sudah termasuk akses konser musik Jakarta Fair. Harga paket konser reguler mulai dari Rp80.000 hingga Rp100.000, tergantung jadwal pertunjukan dan hari kunjungan.

Tiket dapat dibeli secara daring melalui situs resmi Jakarta Fair maupun mitra penjualan tiket yang ditunjuk penyelenggara.

Lansia dan Anak-anak Dapat Fasilitas Gratis

Meski mendapat kritik terkait harga tiket, penyelenggara tetap memberikan fasilitas masuk gratis bagi sejumlah kategori pengunjung.

Anak-anak dengan tinggi badan di bawah satu meter dapat masuk tanpa tiket. Fasilitas serupa juga diberikan kepada warga lanjut usia berusia di atas 60 tahun dengan menunjukkan e-KTP.

Selain itu, anggota TNI dan Polri aktif juga memperoleh akses gratis dengan menunjukkan kartu identitas resmi.

Pameran Terbesar Asia Tenggara Bidik Transaksi Rp8 Triliun

Jakarta Fair Kemayoran merupakan salah satu agenda tahunan terbesar dalam rangka perayaan HUT Jakarta.

Tahun ini, penyelenggara menargetkan nilai transaksi mencapai Rp8 triliun selama pelaksanaan acara yang berlangsung lebih dari satu bulan.

Ajang yang dikenal sebagai pameran multiproduk terbesar, terlengkap, dan terlama di Asia Tenggara tersebut menghadirkan ribuan peserta dari berbagai sektor industri, mulai dari otomotif, elektronik, fesyen, kuliner, hingga pelaku UMKM.

Selain pameran dagang, Jakarta Fair juga menyajikan konser musik, hiburan keluarga, festival kuliner, dan berbagai atraksi budaya.

Dorongan Evaluasi Agar Tetap Menjadi Pesta Rakyat

Sugiyanto menegaskan bahwa kritik terhadap harga tiket bukan ditujukan untuk mencari kesalahan penyelenggara, melainkan sebagai masukan agar Jakarta Fair tetap berpihak kepada masyarakat luas.

Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap konsep penyelenggaraan Jakarta Fair, termasuk skema harga tiket dan akses bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurutnya, kegiatan yang selama puluhan tahun dikenal sebagai pesta rakyat Jakarta harus tetap menjunjung prinsip keadilan, keterjangkauan, transparansi, serta memberikan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.