Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mulai melakukan proses pendataan dan verifikasi terhadap tenaga honorer kategori II (K2) sebagai bagian dari persiapan pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data tenaga honorer yang akan diusulkan benar-benar valid, sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.

Bupati Jayawijaya, Atenius Murib, turun langsung memimpin proses verifikasi dengan mengabsen satu per satu ratusan guru honorer mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK di Aula Kantor Bupati Jayawijaya, Selasa (7/7/2026).

Verifikasi Manual untuk Memastikan Keabsahan Data

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya menegaskan bahwa proses pendataan tidak hanya mengandalkan dokumen administrasi, tetapi juga dilakukan melalui verifikasi manual.

Cara ini ditempuh guna memastikan bahwa tenaga honorer yang tercatat memang benar-benar ada, masih aktif bekerja, serta telah mengabdi sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam proses tersebut, setiap nama yang masuk dalam daftar honorer K2 dicocokkan secara langsung dengan identitas dan keberadaan tenaga honorer yang bersangkutan.

Masa Pengabdian Menjadi Syarat Utama

Salah satu syarat penting dalam kebijakan pengangkatan CASN 2026 adalah masa pengabdiantenaga honorer.

Berdasarkan hasil sosialisasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, tenaga honorer K2 yang memiliki peluang masuk dalam proses pengangkatan merupakan mereka yang telah mulai mengabdi pada tahun 2015 atau sebelumnya.

Artinya, honorer yang mulai bekerja setelah tahun 2015 belum termasuk dalam kelompok prioritas sesuai ketentuan yang sedang diterapkan.

Tidak Semua Honorer K2 Otomatis Diangkat

Pemerintah juga mengingatkan bahwa status sebagai honorer K2 tidak otomatis menjamin dapat diangkat menjadi CASN pada tahun 2026.

Seluruh calon tetap harus melalui tahapan pendataan, verifikasi, serta penyesuaian dengan regulasi pemerintah mengenai kebutuhan formasi dan persyaratan administrasi.

Karena itu, proses validasi data menjadi langkah penting agar pengangkatan nantinya tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan administrasi.

Bupati Turun Langsung Mengawal Pendataan

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Atenius Murib hadir bersama jajaran pemerintah daerah untuk bertemu langsung dengan para guru honorer.

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa seluruh tenaga honorer yang diusulkan benar-benar merupakan tenaga yang selama ini aktif mengabdi di satuan pendidikan.

Proses verifikasi secara langsung juga diharapkan mampu mencegah munculnya data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pemkab Berupaya Menjamin Transparansi

Melalui pendataan yang dilakukan secara terbuka dan melibatkan pemeriksaan langsung terhadap setiap tenaga honorer, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap proses pengangkatan CASN 2026 dapat berlangsung transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan pemerintah.

Verifikasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa kesempatan pengangkatan diberikan kepada tenaga honorer yang memang memenuhi syarat masa kerja serta telah memberikan pengabdian dalam dunia pendidikan.