KAI Resmi Batalkan Impor KRL Bekas dari Jepang, Seluruh Rangkaian Baru Jadi Prioritas!


HAIJAKARTA.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi membatalkan rencana pengadaan Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang.
Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan industri perkeretaapian nasional sekaligus mendorong penggunaan produk buatan dalam negeri.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perusahaan tidak lagi berencana mendatangkan rangkaian KRL bekas dari Jepang.
Menurutnya, kebutuhan kereta untuk melayani masyarakat sebaiknya dipenuhi melalui pengadaan armada baru.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby saat berada di Istana Negara, Kamis (5/11/2026).
Ia menekankan bahwa pengadaan kereta baru menjadi pilihan utama agar kebutuhan transportasi publik dapat dipenuhi tanpa harus bergantung pada armada bekas dari luar negeri.
Keputusan ini sekaligus menjadi langkah untuk memberikan ruang lebih besar bagi industri manufaktur dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan sarana transportasi nasional.
KAI Butuh 23 Trainset untuk Memenuhi Kebutuhan Operasional
Bobby mengungkapkan bahwa KAI saat ini membutuhkan sebanyak 23 trainset atau rangkaian kereta untuk mendukung operasional layanan KRL.
Dari total kebutuhan tersebut, sebagian akan dipenuhi melalui produksi dalam negeri yang dikerjakan oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.
Keterlibatan INKA diharapkan dapat memperkuat kapasitas industri nasional dalam memproduksi sarana perkeretaapian.
Selain itu, pengadaan dari produsen lokal juga berpotensi mendorong peningkatan kemampuan teknologi, manufaktur, serta penyerapan tenaga kerja di sektor industri transportasi.
Dengan demikian, pemenuhan kebutuhan armada KRL tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah kereta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian industri perkeretaapian Indonesia.
Pembatalan impor KRL bekas dari Jepang menjadi perhatian karena kebutuhan armada baru terus menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan transportasi publik, khususnya di wilayah Jabodetabek.
Meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat membuat ketersediaan rangkaian kereta yang memadai menjadi hal penting.
Penambahan armada diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran operasional, meningkatkan kapasitas angkut penumpang, serta mendukung kualitas pelayanan perjalanan sehari-hari.
Di sisi lain, keputusan KAI memprioritaskan kereta baru juga menjadi tantangan bagi industri dalam negeri untuk memastikan kemampuan produksi dapat berjalan sesuai kebutuhan, baik dari sisi jumlah, kualitas, maupun ketepatan waktu penyelesaian.
Ke depan, realisasi pengadaan 23 trainset tersebut akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama terkait pembagian pemenuhan kebutuhan melalui produksi nasional dan kesiapan armada untuk mendukung pelayanan KRL.
Langkah KAI ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas transportasi publik sekaligus memperkuat industri kereta api nasional agar semakin mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Rangkuman AI sedang dibuat…